Menari untuk Orang Mati: Inilah Ritual Suku Misterius dari Malaysia

Muflika Nur Fuaddah Minggu, 2 September 2018 | 18:00 WIB
Suku Mah Meri (Ooi Chooi Seng)

Dikenal oleh penduduk setempat sebagai 'gipsi laut' atau 'pengembara laut', Mah Meri dikatakan telah menjadi suku pribumi nomaden yang melarikan diri dari pantai selatan Malaysia untuk menghindari serangan perompak.

Pada Hari Moyang, setiap desa berkumpul di sekitar Rumah Roh, yang dipenuhi dengan bunga, kemenyan dan makanan, untuk memberi penghormatan kepada leluhur mereka.

Campuran tersebut dibakar, aromanya dipercaya dapat mengingatkan roh leluhur pada mereka. Kemudian tarian pun dimulai.

Para lelaki tidak mengenakan topeng ekspresif yang diukir dari kayu, yang mirip dengan yang dibuat oleh suku-suku Polinesia, dan mengenakan kostum yang terbuat dari anyaman daun pandan.

Baca Juga: Punya Garis Tangan Langka Berbentuk M? Ternyata Ada 'Makna Khusus' tentang Diri Anda di Baliknya

Para wanita memakai rok, ikat pinggang, dan hiasan hasil lipat yang juga terbuat dari daun pandan.

Para penari menghormati roh leluhur mereka sebelum pergi ke dukun desa untuk menerima berkah mereka.

Baca Juga: Isabel, Si Gadis Ayam yang Dikurung Ibunya dalam Kandang Sejak Bayi

Source : ancient origins
Penulis : Muflika Nur Fuaddah
Editor : Moh. Habib Asyhad