10 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya ILOVEYOU

Intisari Online Senin, 30 Juli 2018 | 22:00 WIB
Ilustrasi virus smartphone. ()

Intisari-Online.com - Virus tak hanya menyerang manusia, tapi juga perangkat elektronik, khususnya komputer. Untuk ini kita mengenal istilah virus komputer.

Dilansir dari CRN, setidaknya ada 10 virus komputer paling berbahaya sepanjang sejarah umah manusia.

Baca juga: Penghasilan Hanya Rp20 Ribu Sehari Tapi Bisa Naik Haji, Inilah Kisah 'Ajaib' 3 Tukang Becak Naik Haji

1. CIH (1998)

Perkiraan kerusakan: 20 sampai 80 juta dolar di seluruh dunia, jumlah data PC yang rusak, jumlahnya tak terhitung karena saking banyaknya.

Dilepaskan di Taiwan pada 1998, virus diakui sebagai salah satu virus paling berbahaya dan merusak yang pernah ada.

Virus ini menginveksi file executable pada Windows 95, Windows 98, dan ME. Di PC ia akan menginveksi file executable lainnya.

Yang membuat CIH begitu berbahaya adalah, segera setelah diaktifkan, virus ini akan menimpa data pada hard drive PC, membuatnya tak bisa dioperasikan.

Virus ini juga menimpa BIOS dan mencegah boot-up. Selain itu, virus ini mudah menyebar melalui perangkat lunak.

CIH juga dikenal sebagai virus Chernobyl karena tanggal pemicu tegangannya sama dengan tanggal kecelakaan reaktor nuklir Chernobyl. Saat ini, virus ini bukan ancaman berarti.

2. Melissa (1999)

Perkiraan kerusakan: 300 sampai 600 juta dolar

Pada Jumat, 26 Maret 1999, W97M/Melissa menjadi berita utama di seluruh dunia. Virus ini telah menginveksi 15 sampai 20 PC bisnis.

Virus menyebar dengan sangat cepat sehingga Intel, Micosoft, dan sejumlah perusahaan lain yang menggunakan Outlook terpaksa mematikan seluruh sistem e-mail mereka agar bisa mengatasi kerusakan.

Baca juga: Inilah 10 Foto yang Menunjukkan 'Penampakan' Sesungguhnya, Tanpa Rekayasa!

3. ILOVEYOU (2000)

Perkiraan kerusakan: 10 sampai 15 miliar dolar

Juga dikenal sebagai Loveletter dan The Love Bug, yang merupakan skrip Visual Basic dengan tanda genit: janti cinta.

Pada 3 Mei 2000, ILOVEYOU pertama kali terdeteksi di Hong Kong.

Bug ini dikirim melalui e-mail dengan subjek “ILOVEYOU” dan lampiran, Love-Letter-For-You.TXT.vbs. Serupa dengan Melissa, virus ini menyerang semua kontak Microsoft Outlook.

Tak hanya itu, virus ini juga merusak file musik, gambar, dan lainnya dengan salinan dirinya sendiri.

Yang lebih mengganggu, virus ini menyasar ID pengguna dan kata sandi pada mesin yang terinfeksi dan mengirimkannya lewat e-mail penciptanya.

4. Code Red (2001)

Perkiraan kerusakan: 2,6 miliar dolar

Code Red merupakan virus komputer yang dilepaskan pada server jaringan pada 13 Juli 2001.

Virus ini disebut sangat jahat karena sasarannya: komputer yang menjalankan server web Server Informasi Internet (IIS) milik Microsoft.

Ironisnya, sebulan kemudian, Microsoft merilis “ramuannya”. Itu artinya?

Code Red dikenal juga sebagai Bady. Ia dirancang untuk melakukan kerusakan maksimal.

Setelah terinfeksi, situs web akan menampilkan pesan: “HELLO! Selamat Datang di http://www.worm.com! Diretas oleh Orang China!”

Tak berhenti di situ, virus ini juga akan mencari server rentan lainnya dan menginfeksinya.

Dalam waktu kurang dari seminggu, virus ini telah menginfeksi hampir 400 ribu server, termasuk server web Gedung Putih.

Baca juga: Setiap Malam, Perempuan Ini Mengisap Darah Suami untuk Menangkal Kejahatan Mertuanya hingga Pria Itu Meninggal

5. SQL Slammer (2003)

Perkiraan kerusakan: karena virus ini meledak pada Sabtu, kerusakannya rendah dalam dolar.

Namun, virus ini berhasil menggasak 500 ribu server di seluruh dunia, dan benar-benar menutup aktivitas online Korea Selatan selama 12 jam.

SQL Slammer, juga disebut Sapphire, diluncurkan pada 25 Januari 2003, dan sangat berbahaya untuk lalu-lintas internet global.

Yang cukup menarik, virus ini tidak menyasar pengguna PC, tapi server.

Dengan menyerang server, virus ini berhasil menginfeksi 75 ribu komputer dalam 10 menit.

6. Blaster (2003)

Perkiraan kerusakan: 2 sampai 10 miliar dolar, ratusan ribu PC terinfeksi

Musim pada 2003 adalah saat yang sulit bagi bisnis yang dijalankan dengan PC.

Waktu itu, orang-orang IT dikejutkan dengan munculnya virus Blaster dan Sobig.

Blaster, yang dikenal dengan Lovsan atau MSBlast, adalah yang pertama yang menyerang. Virus ini terdeteksi pada 11 Agustus dan menyebar dengan cepat.

Ditransmisikan oleh jaringan dan lalu-lintas internet, virus ini mengeksploitasi kerentanan pada Windows 2000 dan Windows XP.

Saat diaktifkan, pengguna PC akan mendapatkan pesan yang menyebut bahwa sistem shutdown mengancam.

Tersembunyi dalam kode MSBLAST.EXE, virus ini membawa pesan: “I just want to say LOVE YOU SAN” dan “billy gates why do you make this possible? Stop making money and fix your software!!”

Baca juga: Bunga Udumbara Mekar 3000 Tahun Sekali dan Diyakini Sebagai Tanda Munculnya Pemimpin yang Adil

7. Sobig.F (2003)

Perkiraan kerusakan: 5 sampai 10 miliar dolar, lebih dari 1 juta PC terinfeksi

Sobig menyerang di tengah-tengah serangan Blaster pada Agustus 2003 dan melengkapi bulan menyedihkan bagi para pengguna PC, rumahan maupun perusahaan.

Varian paling merusak adalah Sobig.F, yang menyebar dengan sangat cepat pada 19 Agustus hingga menghasilkan rekor (yang nantinya akan dipecahkan MyDoom) 1 juta duplikasi dirinya dalam 24 jam pertama.

Virus menginfeksi komputer melalui lampiran e-mail. Saat diaktifkan, virus ini akan mengirimkan dirinya ke alamat e-mail yang ditemukan di sejumlah file lokal. Hasil akhirnya adalah jumlah besar lalu lintas internet.

8. Bagle (2004)

Perkiraan kerusakan: puluhan juta dolar … dan terus bertambah

Bagle, virus klasik namun canggih, memulai debutnya pada 18 Januari 2004. Kode berbahaya menginfeksi sistem milik pengguna melalui mekanisme tradisional—lampiran e-mail—dan kemudian menjelajahi file Windows yang bisa diserang untuk mereplikasi dirinya sendiri.

Bahaya Bagle, dan 60 hingga 100 variannya, adalah ketika menginfeksi PC, virus akan membuka pintu belakang ke port TCP yang biasa digunakan untuk mengakses data—termasuk data keuangan.

Virus ini kemudian mendapat antidotnya dengan kemunculan Bagle.B pada 28 Januari 2004.

Baca juga: Terletak di 'Kota Abadi,' Peneliti Ini Akhirnya Mengungkap Misteri Makam Ratu Merah

9. MyDoom (2004)

Perkiraan kerusakan: pada puncaknya, sukses memperlambat kinerja internet global hingga 10 persen dan loading web hingga 50 persen.

Untuk jangka waktu beberapa jam pada 26 Januari 2004, gelombang kejut MyDoom bisa dirasakan di seluruh dunia karena virus ini menyebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Virus yang dikenal dengan Norvarg menyebar dengan sendirinya dengan cara yang sangat licik: virus ini menayangkan dirinya sebagai lampiran dalam pesan kesalahan e-mail yang berisi teks “Mail Transaction Fail”.

Ketika kita mengklik lampiran itu virus akan menyerang seluruh kontak yang ada dalam e-mail.

10. Sasser (2004)

Perkiraan kerusakan: puluhan juta dolar

Sasser menyebar pada 30 April 2004, dan cukup merusak untuk menutup komunikasi satelit untuk beberapa kantor berita di Prancis.

Virus ini juga mengakibatkan pembatalan beberapa penerbangan maskapai Delta dan penutupan berbabagai sistem perusahaan di seluruh dunia.

Tidak seperti kebanyakan virus lainnya, Sasser tidak ditransmisikan melalui e-mail dan tidak memerlukan interaksi pengguna untuk menyebar.

Sebagai gantinya, virus ini mengeksploitas kelemahan keamanan pada sistem Windows 2000 dan Windows XP yang tidak diperbaharui.

Saat berhasil mereplikasi, virus akan secara aktif memindai sistem tak terlindung lainnya dan mentransmisikan dirinya ke sistem-sistem itu.

Sistem yang terinfeksi akan mengalami crash dan instabilitas berulang. Dan pencipta virus ini adalah seorang remaja Jerman berusia 17 menginjak 18 tahun. (Moh. Habib Asyhab)

Baca juga: Ketika Seorang Ibu Menemukan Pesan Mengharukan dari Anaknya yang Sudah Meninggal

Penulis : Intisari Online
Editor : Mentari Desiani Pramudita