10 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya ILOVEYOU

Intisari Online Senin, 30 Juli 2018 | 22:00 WIB
Ilustrasi virus smartphone. ()

Musim pada 2003 adalah saat yang sulit bagi bisnis yang dijalankan dengan PC.

Waktu itu, orang-orang IT dikejutkan dengan munculnya virus Blaster dan Sobig.

Blaster, yang dikenal dengan Lovsan atau MSBlast, adalah yang pertama yang menyerang. Virus ini terdeteksi pada 11 Agustus dan menyebar dengan cepat.

Ditransmisikan oleh jaringan dan lalu-lintas internet, virus ini mengeksploitasi kerentanan pada Windows 2000 dan Windows XP.

Saat diaktifkan, pengguna PC akan mendapatkan pesan yang menyebut bahwa sistem shutdown mengancam.

Tersembunyi dalam kode MSBLAST.EXE, virus ini membawa pesan: “I just want to say LOVE YOU SAN” dan “billy gates why do you make this possible? Stop making money and fix your software!!”

Baca juga: Bunga Udumbara Mekar 3000 Tahun Sekali dan Diyakini Sebagai Tanda Munculnya Pemimpin yang Adil

7. Sobig.F (2003)

Perkiraan kerusakan: 5 sampai 10 miliar dolar, lebih dari 1 juta PC terinfeksi

Sobig menyerang di tengah-tengah serangan Blaster pada Agustus 2003 dan melengkapi bulan menyedihkan bagi para pengguna PC, rumahan maupun perusahaan.

Varian paling merusak adalah Sobig.F, yang menyebar dengan sangat cepat pada 19 Agustus hingga menghasilkan rekor (yang nantinya akan dipecahkan MyDoom) 1 juta duplikasi dirinya dalam 24 jam pertama.

Virus menginfeksi komputer melalui lampiran e-mail. Saat diaktifkan, virus ini akan mengirimkan dirinya ke alamat e-mail yang ditemukan di sejumlah file lokal. Hasil akhirnya adalah jumlah besar lalu lintas internet.

8. Bagle (2004)

Perkiraan kerusakan: puluhan juta dolar … dan terus bertambah

Bagle, virus klasik namun canggih, memulai debutnya pada 18 Januari 2004. Kode berbahaya menginfeksi sistem milik pengguna melalui mekanisme tradisional—lampiran e-mail—dan kemudian menjelajahi file Windows yang bisa diserang untuk mereplikasi dirinya sendiri.

Bahaya Bagle, dan 60 hingga 100 variannya, adalah ketika menginfeksi PC, virus akan membuka pintu belakang ke port TCP yang biasa digunakan untuk mengakses data—termasuk data keuangan.

Virus ini kemudian mendapat antidotnya dengan kemunculan Bagle.B pada 28 Januari 2004.

Baca juga: Terletak di 'Kota Abadi,' Peneliti Ini Akhirnya Mengungkap Misteri Makam Ratu Merah

9. MyDoom (2004)

Perkiraan kerusakan: pada puncaknya, sukses memperlambat kinerja internet global hingga 10 persen dan loading web hingga 50 persen.

Untuk jangka waktu beberapa jam pada 26 Januari 2004, gelombang kejut MyDoom bisa dirasakan di seluruh dunia karena virus ini menyebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Virus yang dikenal dengan Norvarg menyebar dengan sendirinya dengan cara yang sangat licik: virus ini menayangkan dirinya sebagai lampiran dalam pesan kesalahan e-mail yang berisi teks “Mail Transaction Fail”.

Ketika kita mengklik lampiran itu virus akan menyerang seluruh kontak yang ada dalam e-mail.

10. Sasser (2004)

Perkiraan kerusakan: puluhan juta dolar

Sasser menyebar pada 30 April 2004, dan cukup merusak untuk menutup komunikasi satelit untuk beberapa kantor berita di Prancis.

Virus ini juga mengakibatkan pembatalan beberapa penerbangan maskapai Delta dan penutupan berbabagai sistem perusahaan di seluruh dunia.

Tidak seperti kebanyakan virus lainnya, Sasser tidak ditransmisikan melalui e-mail dan tidak memerlukan interaksi pengguna untuk menyebar.

Sebagai gantinya, virus ini mengeksploitas kelemahan keamanan pada sistem Windows 2000 dan Windows XP yang tidak diperbaharui.

Saat berhasil mereplikasi, virus akan secara aktif memindai sistem tak terlindung lainnya dan mentransmisikan dirinya ke sistem-sistem itu.

Sistem yang terinfeksi akan mengalami crash dan instabilitas berulang. Dan pencipta virus ini adalah seorang remaja Jerman berusia 17 menginjak 18 tahun. (Moh. Habib Asyhab)

Baca juga: Ketika Seorang Ibu Menemukan Pesan Mengharukan dari Anaknya yang Sudah Meninggal

Penulis : Intisari Online
Editor : Mentari Desiani Pramudita