Find Us On Social Media :

Gara-gara Ulah Manusia, Banyak Hewan Mengubah Diri Jadi Hewan Malam, Pendaki Gunung Turut Berperan

By , Minggu, 24 Juni 2018 | 12:30 WIB

Intisari-Online.com - Berbagai macam studi telah menunjukkan bagaimana perilaku manusia menganggu kelangsungan hidup hewan-hewan liar.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bagaimana perilaku kita turut mengubah perilaku hewan.

Studi ini dilakukan oleh para pakar lingkungan di UC Berkeley dan Boise State University.

Mereka melakukan meta analisis terhadap 76 studi yang meliputi 62 spesies mamalia dari enam benua.

Baca juga: Lewat Selebrasi, Shaqiri dan Xhaka Membuka Kembali Sejarah Kelam Pembantaian Muslim Albania oleh Serbia di Kosovo

71 studi di antaranya dilakukan pada abad ini.

Rupanya, nokturnalitas mamalia, baik itu mamalia kecil seperti tupai maupun mamalia besar seperti gajah afrika, meningkat pada area atau periode yang sering diganggu oleh aktivitas manusia.

Bahkan peningkatan aktivitas mamalia di malam hari ini mencapai 68 persen.

Aktivitas manusia yang dimaksud tidak hanya perburuan liar atau deforestasi, melainkan juga pendakian gunung dan pertanian.

Baca juga: Bukan Danau Toba, Inilah Danau Terdalam di Indonesia, Ada Gua Tengkorak di Dalamnya

Para peneliti juga tidak tahu apakah ini kabar baik atau buruk.

Perubahan perilaku hewan menjadi nokturnal mungkin akan memperkecil konflik dengan manusia.

Namun, apakah spesies-spesies ini akan bisa bertahan hidup secara nokturnal masih menjadi pertanyaan.