Find Us On Social Media :

Ruangan Panas Belum Tentu Perlu AC

By Agus Surono, Senin, 28 Oktober 2013 | 10:00 WIB

Ruangan Panas Belum Tentu Perlu AC

intisari-online.com - Solusi termudah mendinginkan ruang adalah dengan memasang AC. Cara ini memang cepat dan ampuh. Namun bukannya tanpa masalah. AC membutuhkan listrik dan kita tahu listrik di Indonesia masih mengandalkan batu bara dan minyak bumi. Bisa dibilang tidak ramah lingkungan.

Jika ada yang lebih hemat dan ramah lingkungan, mengapa tidak dicoba?

Menurut Ir. Sukendro Sukendar, arsitek dari Nataneka Architects, ruangan yang terasa panas bisa disebabkan banyak hal. Kurangnya bukaan atau ventilasi adalah penyebab yang paling umum terjadi. Akibat jumlah ventilasi minim, maka tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ke luar ruangan. Inilah yang menyebabkan suhu ruangan terasa panas.

Lalu, apakah sebuah jendela pada setiap ruangan sudah cukup? Jawabannya tidak. Menurut Sukendro, agar pertukaran udara dalam ruangan berjalan baik, perlu dibuat ventilasi silang (cross ventilation). Paling tidak, ada dua buah jendela atau bukaan yang saling berhadapan dalam satu ruangan.

Ventilasi silang memungkinkan udara mengalir dari dalam ke luar dan sebaliknya, tanpa harus mengendap terlebih dahulu di dalam ruangan. Udara yang masuk dari satu jendela, akan langsung dialirkan keluar oleh jendela yang ada di hadapannya, dan berganti dengan udara baru, begitu seterusnya. Dengan demikian, tanpa AC pun ruangan tetap terasa sejuk.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ukuran jendela atau bukaan. Harus seimbang dengan ukuran ruangan. Ruangan berukuran besar sudah tentu membutuhkan bukaan yang besar pula. Tak hanya membuat aliran udara membaik, bukaan besar juga memasukkan banyak cahaya matahari. Ruangan pun menjadi sehat dan terang, tanpa perlu menyalakan lampu di siang hari. (Sumber: Idea)