Bagaimana Pembangunan di Indonesia pada Masa Orde Baru? Apa Saja Fokusnya

Moh. Habib Asyhad

Editor

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Michel Camdessusmenyaksikan Preisden Soeharto menandatangani nota kesepakatan bantuan di Jalan Cendana, Jakarta, pada 15 Januari 1998. Artikel ini tentang bagaimana pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru? (KOMPAS/JB SURATNO)

Artikel ini tentang bagaimana pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com - Era Orde Baru adalah era pembangunan. Jadi jangan salah jika patronnya, siapa lagi jika bukan Presiden Soeharto, disebut sebagai Bapak Pembangunan.

Lalu bagaimana pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru?

Secara garis besar, pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru berfokus pada pertumbuhan ekonomi tinggi melalui industrialisasi dan investasi asing, didukung stabilitas politik, infrastruktur masif (jalan, pelabuhan), dan program prioritas seperti Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang menekankan swasembada pangan (pertanian) dan pemerataan, berhasil menurunkan kemiskinan, meningkatkan partisipasi sekolah, dan membangun infrastruktur fisik signifikan, meskipun diakhiri krisis moneter 1997-1998.

Kita tahu, pada masa akhir Orde Lama, ekonomi Indonesia memang dalam kondisi yang hancur-hancuran.

Setidaknya ada tiga pilar pembangunan pada masa Orde Baru:

  1. Trilogi Pembangunan: Keadilan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional.
  2. Pembangunan Jangka Panjang (PJP): Rencana 25-30 tahun
  3. Repelita: rencana pembangunan lima tahun yang lebih terperinci
Fokus-fokus pembangunan di masa Orde Baru meliputi beberapa sektor. Di antaranya:

  1. Sektor pertanian: Prioritas utama untuk swasembada pangan, didukung irigasi, teknologi, dan BULOG (Badan Urusan Logistik) untuk stabilisasi harga.
  2. Industrialisasi: Mendorong industri padat karya dan investasi asing, termasuk melalui pembukaan modal.
  3. Infrastruktur: Pembangunan besar-besaran jalan, pelabuhan, dan bandara untuk konektivitas.
Trilogi Pembangunan

Pembangunan pada masa Orde Baru bertumpu pada apa yang dikenal sebagai Trilogi Pembangunan. Trilogi Pembangunan adalah salah satu isi program kerja yang dibentuk oleh Kabinet Pembangunan III, yang bekerja pada periode 1978-1983.

Kabinet Pembangunan III menyelenggarakan Pelita III, yang menekankan pada Trilogi Pembangunan dengan tujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila serta UUD 1945.

Pada awal Orde Baru, kondisi perekonomian di Indonesia masih terbilang karut-marut. Inflasi di Indonesia mencapai 650 persen, yang mengakibatkan naiknya harga-harga kebutuhan.

Tak hanya itu, alat-alat produksi juga mengalami kerusakan, terutama di sektor pertanian, yang disebabkan oleh kurangnya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, Presiden Soeharto membentuk Kabinet Pembangunan III pada 29 Maret 1978 dan dilantik secara resmi pada 31 Maret 1978.

Pada masa kabinet ini, dilaksanakan Pelita III sejak 1 April 1979 hingga 3 Maret 1984, yang menekankan pada Trilogi Pembangunan. Tujuan dari Trilogi Pembangunan adalah menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Isi atau tiga aspek dalam Trilogi Pembangunan pada masa Orde Baru adalah sebagai berikut.

  1. Stabilitas nasional
Stabilitas nasional menghasilkan suatu regulasi berupa peraturan yang mengakibatkan kebijakan pers dan aksi mahasiswa dibatasi pergerakannya. Hal ini dilakukan karena mahasiswa dianggap memiliki kekuatan untuk menekan pemerintah, sehingga mereka perlu dikendalikan.

  1. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi
Jika pertumbuhan ekonomi tinggi, maka Indonesia berpeluang untuk mendapat banyak investor luar. Sayangnya, hal ini justru menyebabkan kebijakan penarikan investor yang sangat liberal.

Namun, di balik dampak negatif, ada pula dampak positif yang didapat, yaitu sektor pertanian yang dapat menghasilkan intensifikasi pertanian di kalangan para petani.

  1. Pemerataan pembangunan
Untuk mencapai pemerataan pembangunan, maka dibuka jalur kredit usaha tani, mitra pengusaha besar dan kecil. Sedangkan delapan jalur pemerataan adalah sebagai berikut.

- Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan papan

- Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan.

- Pemerataan pembagian pendapatan

- Pemerataan kesempatan kerja

- Pemerataan kesempatan berusaha

- Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita

- Pemerataan penyebaran pembangunan di Tanah Air

- Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan

Ketiga isi dari Trilogi Pembangunan masa Orde Baru harus seimbang dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya, karena saling mempengaruhi. Jika ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka politik di Indonesia harus lebih dulu stabil dan dinamis.

Meski begitu Trilogi Pembangunan bukan tanpa kontroversi. Hal ini karena pada ada beberapa dampak yang terjadi. Seperti upaya pelaksanaan Trilogi Pembangunan menghasilkan peraturan yang mengendalikan kebebasan pers dan menahan aksi mahasiswa.

Tak hanya out, pemerataan pembangunan mengakibatkan munculnya jalur distributif. Dan ternyata, pertumbuhan ekonomi yang tinggi berujung pada utang luar negeri yang semakin banyak.

Artikel Terkait