Find Us On Social Media :

Baru Seminggu Melahirkan, Wanita Ini Batal Dicambuk 100 Kali, Akan Dieksekusi 3 Bulan Lagi, Memangnya Apa Kejahatan yang Dilakukannya?

By Mentari DP, Rabu, 7 April 2021 | 12:30 WIB

Ilustrasi hukuman cambuk di Aceh.

 

Intisari-Online.com - Sejak beberapa tahun lalu, Aceh memulai hukuman cambuk bagi beberapa pelaku tindak kejahatan.

Hukuman cambuh di Aceh dilakukan sesuai aturan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Qanun yang disahkan pada 27 September 2014 merupakan satu dari tiga qanun sebelumnya yang memuat hukuman cambuk, yaitu Qanun Nomor 12 Tahun 2003 tentang Khamar, Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir (Perjudian), dan Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat (Mesum).

Baca Juga: Amerika dan Korsel Kecewa Sejadi-jadinya, Faktanya Korea Utara Punya Senjata Rahasia Nan Mematikan yang Sukar Dikalahkan, Bisa Bikin Kulit Terbakar, Leher Terkecik, hingga Saraf Lumpuh

Sementara tata laksana dan ketentuan teknis lainnya dijalankan sesuai dengan Qanun Nomor 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.

Dilaporkan hukuman cambuk di Aceh dan Indonesia pertama kali dilaksanakan pada 24 Juni 2005 di halaman Masjid Agung, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Saat itu, 26 orang menerima hukuman cambuk karena terbukti melakukan pelanggaran.

Nah, soal hukuman cambuk ini, baru-baru ini dilaporkan seorang wanita asal Lhokseumawe berinisial RS batal dicambuk.

Alasannya bukan karena hukumannya dicabut. Melainkan karena dia baru saja melahirkan.

Baca Juga: Korbankan Nyaris 70 Juta Nyawa Manusia, Ternyata Perang Dunia II Bisa Saja Berakhir Lebih Cepat Dengan Sedikit Korban Jika Sekutu Mampu Memusnahkan 'Pom Bensin' Adolf Hitler Ini

Rencanannya, ia dicambuk setelah 120 hari atau tiga bulan setelah melahirkan.

Hal itu diungkapkan Kasubsi Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Muhammad Doni Siddik, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

“RS atas surat dokter baru bisa dicambuk 120 hari setelah melahirkan. Pada 1 April 2021 lalu dia baru melahirkan,” Doni.

Menurut Doni, RS akan dijadwalkan tersendiri untuk mendapat ekskusi cambuk.

Apa yang dilakukan wanita ini sehingga dia menerima hukuman cambuk?

Dilansir dari kompas.com pada Rabu (7/4/2021), ternyata wanita ini dinyatakan sah dan meyakinkan melakukan perbuatan jarimah zina.

Sebelumnya, tiga terpidana kasus perzinahan, ZU, RIM dan LT, masing-masing dihukum cambuk oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe di Stadion Tunas Bangsa, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021).

Mereka dicambuk karena melakukan perbuatan zina berdasarkan vonis yang dibacakan Mahkamah Syariah Lhokseumawe.

 

Baca Juga: Aliran Air Mendadak Masuk ke Rumah hingga Setinggi Dada Orang Dewasa, Korban Banjir Bandang di NTT Mengaku Gendong Anak Sambil Berjalan di Dalam Air, 'Kami Terus Berdoa'

“Mereka divonis 100 kali oleh Mahkamah Syariah Lhokseumawe."

"Ini karena diyakini secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan jarimah zina,” kata Muhammad Doni.

Dia menyebutkan, sebenarnya hari ini dijadwalkan empat terhukum cambuk.

Namun satu lainnya berinisial RS belum bisa dicambuk karena baru saja melahirkan.

“RS atas surat dokter baru bisa dicambuk 120 hari setelah melahirkan."

"Pada 1 April 2021 lalu dia baru melahirkan,” katanya.

Dengan demikian, kata Doni, hari ini hanya tiga terhukum cambuk yang dieksekusi.

(kompas.com/Masriadi)

Baca Juga: Sukses Jalan Kaki dari Sragen ke Jakarta untuk Bertemu Presiden Jokowi, Kini Ibu Ini Jual Soto Rp1.000 per Porsi, Tiap Jumat Malah Bagi Soto dan Es Teh Gratis, 'Bayar Cukup Dengan Doa'