43 Tahun Dampingi SBY, Ani Yudhoyono Suka Kantongi Cabai Rawit yang Justru Diklaim Mampu Kurangi Risiko Kanker

Ade S

Penulis

Ani Yudhoyono selalu kantongi cabai rawit untuk SBY. Ternyata cabai rawit punya manfaat untuk mengurangi risiko kanker, seperti yang diidap ibu Ani.

Intisari-Online.com– Wafatnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Sabtu (1/6/2019) turut membawa kisah cinta nan romantis antara dirinya dengan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Baik kisah saat keduanya bertemu di Magelang, tempat SBY menjalani pendidikan di Akabri, dimana ayah Ani, Sarwo Edhie Wibowo menjadi Gubernurnya.

Hingga kisah-kasih keduanya selama 43 tahun mengarungi mahligai pernikahan, yang melahirkan dua orang putraAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Salah satu hal menarik mengenai kebersamaan Ani-SBY selama 43 tahun tersebut, yaitu mengenai kegemaran Ani Yudhoyono menyantap cabai rawit dan sambal!

Baca Juga: Ani Yudhoyono Tak Sadarkan Diri: Makanan-makanan Kesukaan Banyak Orang Ini Bisa Picu Leukemia, Salah Satunya Daging Olahan

Hal ini diungkapkannya dalam tayangan Rumpi edisi 19 Agustus 2016 silam kepada Feni Rose.

"Ah, itu fitnah, karena yang suka cabai rawit itu pak SBY, bukan saya. Tapi, kadang-kadang saya ikut ngantongin jadi kalau pas dinner atau apa nggak ada cabai rawit ‘kan udah sedia," pungkas Ani Yudhoyono, seperti dilansir dariNova.grid.id.

Menilik dari kebiasaan Ani Yudhoyono yang mengantongi cabai rawit, sebenarnya, adakah manfaat cabai yang kecil namun pedas itu untuk kesehatan tubuh kita?

Dilansir darimagforwomendanhealthline, berikut ini manfaat cabai rawit bagi kesehatan. Tentunya asalkan dikonsumsi tidak berlebihan.

Baca Juga: Ani Yudhoyono Dimakamkan Di TMP Kalibata: Ternyata Pelawak Ratmi B-29 Juga Dimakamkan di TMP Kalibata, Kok Bisa?

Meningkatkan sirkulasi darah

Cabai rawit dapat meningkatkan sirkulasi darah yang kemudian akan mencegah masalah tekanan darah rendah dan mencegah masalah pembekuan darah.

Membantu nyeri otot

Jika kita mengalami masalah nyeri otot dan kejang, cabai rawit dapat membantu.

Bahkan ada cabai rawit yang berbentuk krim yang digunakan untuk meringankan nyeri sendi atau radang sendi pada tubuh.

Membantu detoksifikasi

Cabai rawit dikenal sebagai perangsang sirkulasi bagi tubuh, sehingga ini akan membantu sistem pencernaan tubuh dan detoksifikasi karena akan memproduksi keringat yang lebih banyak.

Membantu menurunkan berat badan

Cabai rawit kaya akan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Baca Juga: Ani Yudhoyono Meninggal Dunia: Berikut Kenangan Foto-foto Jadul Ani Yudhoyono dari Masa ke Masa

Menambahkan cabai rawit di dalam makanan kita akan membantu menurunkan berat badan dan membakar lemak yang berlebih, karena akan mengurangi nafsu makan normal kita.

Membantu dalam infeksi gusi

Jika kita sedang mengalami masalah gusi atau sakit gigi, kita bisa membuat pasta dari bubuk cabai atau merica yang kemudian dioleskan pada gusi atau gigi yang sakit.

Ini akan membantu meringankan sakit yang disebabkan oleh infeksi.

Membantu menyembuhkan pilek dan flu

Cabai rawit dapat mengurangi pembentukan lendir yang padat, yang menyebabkan flu.

Oleh karena itu, mengonsumsi cabai rawit dapat memberikan kelegaan dari hidung yang tersumbat.

Menjaga kesehatan jantung

Cabai rawit dapat menurunkan tingkat kolestrol jahat di dalam tubuh, yang kemudian mencegah risiko penyakit jantung. Ini juga akan menurunkan tingkat tekanan darah.

Baca Juga: Pesan Khusus Anggota TNI yang Pensiun Dini Kepada Para Komandan: Singa Tak akan Pernah Loyal Kepada Domba

Membantu masalah alergi

Sifat anti-inflamasi yang terkandung di dalam cabai rawit dapat membantu masalah alergi kulit tubuh.

Dapat mengurangi risiko kanker

Capsaicin dalam cabai rawit menunjukkan harapan dalam mengurangi risiko kanker.

Dengan memakan cabai rawit mungkin dengan menyerang banyak jalur berbeda dalam proses pertumbuhan sel kanker.

Penelitian telah menunjukkan bahwa capsaicin dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan bahkan menyebabkan kematian sel untuk berbagai jenis kanker, terutama kanker prostat, pankreas, dan kulit.

Sementara efek capsaicin pada sel kanker tampak menjanjikan, namun temuan saat ini didasarkan pada penelitian laboratorium dan hewan.

Efek capsaicin pada kanker pada manusia belum diteliti, jadi sebaiknya mengambil informasi ini bak sejumput garam.

(K. Tatik Wardayati)

Baca Juga: Ani Yudhoyono Tak Sadarkan Diri: Ini 5 Gejala Leukemia yang Sering Kali Diabaikan, Salah Satunya Memar di Tubuh

Artikel Terkait