Find Us On Social Media :

Belanja grosir atau ketengan?

By Agus Surono, Rabu, 26 Januari 2011 | 17:24 WIB

Kita sering bertanya-tanya, sebetulnya mana yang lebih menguntungkan, "Belanja secara ketengan atau belanja secara grosir? Belanja secara bulanan atau belanja harian?"

Kebanyakan karyawan menerima gaji bulanan. Maka keputusan belanja bulanan sesuatu yang wajar. Dengan cara itu kita menjadi tidak mudah tergoda untuk pergi ke tempat-tempat perbelanjaan sehingga tergoda juga membeli ini-itu. Bepergian ke luar rumah pun jadi berkurang. Itulah keuntungan belanja bulanan. Namun, kalau Anda belanja secara bulanan, perhatikan barang-barang yang tidak mudah rusak yang bisa distok.

Tentu kurang bijaksana jika membeli barang-barang yang cepat rusak secara grosir, seperti sayuran, buah-buahan, sosis, dan daging. Jadi, belilah barang-barang seperti itu secara ketengan dengan jumlah sesuai kebutuhan. Keuntungannya, uang yang kita keluarkan sedikit. Perlu diingat, membeli barang-barang kebutuhan seperti itu tidak perlu harus di pasar swalayan. Kalau ada, belilah di tukang sayur yang lewat atau di warung tetangga. Soalnya, kecenderungan banyak orang mau beli satu barang di toko swalayan atau hypermarket jadi membeli yang lain karena lapar mata. Niat dari rumah membeli sekilo telur bisa pulang sambil menenteng udang.

Ada beberapa jenis barang yang tidak kita perlukan dalam jumlah besar dalam sebulan seperti sabun mandi atau pasta gigi. Kurang bijaksana jika kita membelinya dalam jumlah besar (grosir). Belanjalah untuk memenuhi kebutuhan satu bulan ke depan. Kalau gaji kita mingguan, sebaiknya juga tidak belanja secara bulanan, melainkan mingguan.

Keuntungan lain belanja secara bulanan, yaitu harganya jadi jatuh lebih murah, karena konsekuensi dari pembelian dalam partai besar. Masalahnya, kita harus punya cukup uang lebih besar di awal. Bagi pegawai kantoran dengan gaji bulanan, cara ini mungkin lebih cocok.