Pikir-pikirlah Dua Kali Sebelum Lakukan Seks Anal Jika Tidak Ingin Menghadiri Risiko yang Mengerikan

  • Minggu, 9 Juli 2017 20:20 WIB

Pikir Dua Kali Sebelum Lakukan Seks Anal

Intisari-Online.com – Seks anal merupakan salah satu variasi dalam bercinta. Saat ini makin banyak saja pasangan yang gemar melakukan seks anal.

Tidak hanya kaum homoseksual, tapi juga heteroseksual. Kabarnya, potensi perempuan mendapatkan orgasme lewat seks anal lebih besar ketimbang seks normal.

(Baca juga: Ibu Ini Membagikan Perjuangannya untuk Bisa Berhubungan Seks Lagi Setelah Sebuah Persalinan Merusak Vaginanya)

Tapi dari segi kesehatan, seks “lewat belakang” ini membawa dampak buruk. “Dubur itu tidak siap untuk menerima alat kelamin.

Jika seks anal ini dilakukan terus-menerus, akan membawa luka. Luka ini bisa menjadi kanker,” ujar Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, ahli penyakit dalam Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Secara medis, hubungan seks lewat dubur alias anus memang berisiko. Anus tidak memiliki pelumas sebanyak vagina.

Anus juga tidak memiliki perlindungan seperti vagina sehingga sangat rentan terhadap luka.

Penetrasi dalam bentuk apa pun bisa menekan jaringan di anus dan membuka jalan bagi bakteri serta virus untuk masuk ke pembuluh darah.

Apalagi, fungsi asli anus adalah untuk saluran pembuangan dan bukan untuk berhubungan seksual. Anus dikelilingi oleh otot yang berbentuk cincin (anal sphincter).

Otot ini akan mengencang setelah buang air besar. Perbuatan seks anal yang berulang-ulang akan membuat otot ini menjadi lemah sehingga tidak bisa menahan kotoran dengan baik sebelum ke toilet.

Tak hanya itu, anus penuh dengan bakteri. Andaipun pelaku dari seks anal tidak mempunyai penyakit menular, mereka tetap rentan terkena infeksi akibat bakteri di dalam anus.

Kontak oral dengan anus juga mengundang risiko tertular hepatitis, herpes, HPV, dan infeksi lain.

(Baca juga: Tak Berani Lakukan Oral Seks karena Takut Terkena Kanker? Simak Penjelasan Para Ahli Ini)

Pendarahan setelah melakukan seks anal sangat mungkin terjadi. Selain menyebabkan wasir, bisa pula membuat dinding anus bolong.

Pelbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko terkena HIV karena seks anal lebih banyak 30 kali daripada penetrasi di vagina.

Nah, kalau Anda mulai tergoda untuk mencoba seks anal, sebaiknya dipikir-pikir dulu.

Risikonya tidak sebanding dengan kenikmatan yang didapat. Bukan hanya akan menyakiti pasangan perempuan, tapi juga bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan di masa datang.

Reporter : Birgitta Ajeng
Editor : Birgitta Ajeng

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×