Sebelum Terlambat, Deteksi Sejak Dini Gangguan Pendengaran Pada Anak

Reporter : Tika Anggreni Purba
Editor : Ade Sulaeman

Sebelum Terlambat, Deteksi Sejak Dini Gangguan Pendengaran Pada Anak | Tika/Intisari

Intisari-Online.com—Angka kejadian gangguan pendengaran yang dialami bayi baru lahir dan anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Setidaknya, berdasarkan data World Health Organization (WHO), satu dari 1.000 kelahiran bayi di Indonesia mengalami gangguan pendengaran.

Penyebabnya beragam, bisa jadi kelainan yang sudah terjadi sejak kehamilan, faktor genetik, infeksi virus, penggunaan obat-obatan tertentu saat kehamilan, berat badan bayi rendah, bayi tidak menangis saat lahir, bayi kuning, kejang, bahkan kelainan pada saraf otak maupun pendengaran.

(Hati-Hati, Pria Sangat Berisiko Tuli!)

Kondisi ini menjadi serius mengingat tanpa pendengaran, anak tidak dapat tumbuh maksimal. Anak yang tidak mampu mendengar akan menghambat perkembangannya dalam berkomunikasi. Selain itu akan mengganggu perkembangan kognitif, psikologi, dan sosial.

Betapa sepi dan sunyi kehidupannya. Karena itu memang sebaiknya memeriksakan fungsi pendengaran anak sejak ia baru saja dilahirkan. Ingat, masa emas anak belajar berbicara dan mendengar adalah di bawah 2 tahun.

Sebelum Terlambat, Deteksi Sejak Dini Gangguan Pendengaran Pada Anak
Sebelum Terlambat, Deteksi Sejak Dini Gangguan Pendengaran Pada Anak

Dr.dr. Ratna Dwi Restuti, SP.THT-KL (K), Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebutkan bahwa kasus gangguan pendengaran di Indonesia sebanyak 4,6 %, diestimasikan sekitar 9,6 juta orang. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers Solusi Terkini Gangguan Pendengaran Melalui Teknologi Impan Koklea yang diselenggarakan oleh RSCM Kencana, Kasoem Hearing & Speech Centre, dan Coclear Indonesia, di Jakarta(24/1).

(Ini Solusi Jika Ada Benda Terperangkap di Dalam Telinga)

Kenyataannya, banyak orangtua yang tidak menyadari akan pentingnya pemeriksaan. Setelah anak berusia 1-2 tahun, baru disadari, itupun setelah melihat kejanggalan si anak yang tidak bereaksi saat dipanggil.

Fakta juga menyebutkan, ada orangtua yang malah salah menilai perilaku anak tersebut. Misalnya dianggap autis atau sifat anak yang begitu. Jarang orangtua yang langsung menyadari ada gangguan pendengaran pada si anak.

Lalu bagaimana mendeteksi dini gangguan pendengaran dan solusinya? Klik “2” untuk melanjutkan membaca.

 

 


Sumber : []

Reporter : Tika Anggreni Purba
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×