Usut Asal: Dari Mana Asalnya Sandwich?

  • Rabu, 4 Desember 2013 19:45 WIB

Usut Asal: Dari Mana Asalnya Sandwich?

Intisari-Online.com - Ambillah seiris roti tawar tanpa tepi. Oles dengan mentega atau margarin. Taruh di atasnya sehelai keju dan sehelai daun selada. Di atasnya taruh seiris roti tawar lagi.

Oles roti itu dengan sedikit saus tomat atau mayones atau sandwich spread (itu lo, semacam mayones khusus untuk mengoles roti). Letakkan di atasnya telur ceplok. Paling atas letakkan sehelai roti lagi.

Tekan tumpukan roti yang diseling dengan isi ini. Lalu potong menyerong (diagonal). Nah, kamu sudah mempunyai dua potong sandwich keju telur untuk bekal makan siang.

Kamu bisa mengganti isi sandwich itu dengan daging panggang, daging asap, lidah asap, irisan telur rebus, irisan ayam goreng, ayam rebus maupun ayam panggang, ikan tuna, irisan tomat atau mentimun, cheese spread (keju oles), mentega kacang, atau apa saja yang kamu sukai.

Kamu juga bisa menumpuk lebih dari tiga iris roti. Asal ingat saja: kalau terlalu tebal sulit masuk ke mulut!

Sandwich praktis untuk bekal ke sekolah, untuk bekal ayah dan ibumu ke kantor, sebagai bekal piknik dan bekal saat bepergian. Siapa sih yang mendapat akal membuat sandwichl Temyata ada ceritanya lo!

Konon sejak zaman Romawi orang sudah mulai makan roti yang dilapis-lapis dengan daging. Namanya offula. Orang Yahudi pun sejak abad I biasa makan roti lapis pada salah satu perayaan mereka. Namun, rotinya tidak memakai ragi dan rapuh. Isinya bukan daging, melainkan sayuran, cincangan apel, dan biji-bijian.

Kemudian petani-petani Prancis biasa berbekal daging yang dijepit dengan roti kalau pergi bekerja ke ladang. (Rotinya tebal dan kehitaman, tidak halus dan tipis seperti roti kita). Jadi, mereka tidak perlu pulang untuk memasak. Kalau pulang 'kan membuang waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengerjakan ladang. Apalagi, kalau rumahnya jauh.

Namun, sandwich modern belum terlalu tua umurnya.

Pertengahan abad ke-18, John Montagu yang bergelar Earl of Sandwich IV memimpin Angkatan Laut Inggris. "Earl" adalah gelar kebangsawanan yang tinggi. Namun, bangsawan tinggi berpangkat tinggi itu tidak menunjukkan kelakuan yang patut diteladani. Ia melakukan korupsi, menerima suap, dan tidak setia kepada istrinya. la juga kalah saat menghadapi pejuang-pejuang kemerdekaan Amerika Serikat.

Jasanya ada juga. Sebagai pemimpin Angkatan Laut, ia menggalakkan penjelajahan ke tempat-tempat yang belum dikenal orang Eropa. Ketika Kapten James Cook menemukan sekelompok pulau di tengah Samudra Pasifik (1778), kepulauan itu dinamainya Kepulauan Sandwich. Namun jangan dicari di peta, karena sekarang namanya sudah diubah menjadi Kepulauan Hawaii.

Adalagi sifat buruk Earl of Sandwich IV yang tidak layak ditiru. Ia senang sekali berjudi! Kalau sudah berjudi, ia lupa waktu. Tidur tidak sempat, makan tidak sempat. Makanan yang disediakan baginya dibiarkan tidak tersentuh sampai dingin.

Tahun 1762, saking asyiknya berjudi, ia tidak mau berhenti bermain selama 24 jam! Padahal, waktu itu ia menteri luar negeri lo! Kapan ia mengurusi negara ya? Kapan pula ia bertemu dengan anaknya?

Kalau lapar, ia meminta makanan yang bisa disantap tanpa menunda perjudian, yaitu makanan yang tidak memerlukan garpu, pisau, maupun sendok. Berulang-ulang ia meminta dibawakan roti yang dilapis-lapis dengan irisan daging. Roti lapis itu bisa digigit cuma dengan dipegang dengan sebelah tangan lalu "diparkir" di piring yang ada di meja sebelah tempat duduk. Sementara itu, tangan yang lain dan matanya tetap bisa dipergunakan untuk berjudi.

Entah bagaimana, beberapa tahun kemudian roti yang dilapis-lapis dengan daging itu disukai banyak orang di Inggris, walaupun mereka bukan penjudi seperti Earl of Sandwich IV. Pasti karena kepraktisannya.

Isinya bukan cuma sekadar irisan daging, tetapi bisa bermacam-macam. Rotinya pun bisa roti putih, roti yang berwarna kecoklatan karena dibuat dari tepung rye, roti yang sudah dibakar dulu dan sebagainya. Dari Inggris, sandwich menyebar ke seluruh dunia. Isinya ada yang disesuaikan dengan selera setempat.

Pernahkah kamu makan sandwich daging rendang yang rotinya diulas dulu dengan bumbu rendang? Asyik lo! Jangan tidak percaya dulu. Coba deh!


---


Tulisan ini dimuat di Buku Seri Bacaan Anak Asal Usul 2, Penerbit PT Intisari Mediatama, diterbitkan pada September 2003. Judul asli dari tulisan ini: "Sandwich". 

Reporter : Birgitta Ajeng
Editor : Birgitta Ajeng

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×