Mengungkap Asal-Usul Manusia Lewat DNA Mitokondria: Manusia Modern Bukan Keturunan Manusia Purba

  • Kamis, 21 Mei 2015 15:00 WIB

Mengungkap Asal-Usul Manusia Lewat DNA Mitokondria: Manusia Modern Bukan Keturunan Manusia Purba

Intisari-Online.com - Pada tahun 1925, ahli anatomi Raymond Dart adalah orang pertama yang menggambarkan fosil Australopithecines. Fosil itu ditemukan di gua batu kapur Taung, Afrika Selatan. Salah satunya berupa tengkorak berumur sekitar 2,5 juta tahun yang diduga dari kepala seorang bocah. Dart mencatat bahwa lubang tempat sumsum tulang belakang keluar dari otak berada di dasar tengkorak. Bagi Dart ini menunjukkan, bocah itu berdiri tegak dan berjalan dengan menggunakan dua kaki. Dart memberi nama spesies baru ini Australopithecus africanus, yang berarti kera asal selatan Afrika.

Australopithecines yang berumur lebih tua juga ditemukan, sementara tujuh spesies lain berhasil diidentifikasi. Beberapa spesies ini dinamai Robust australopithecines, lantaran menunjukkan roman muka dan rahang yang berat. Lucy merupakan salah satu spesies yang paling pas untuk menggambarkan spesies ini. la berumur 3,18 juta tahun dan merupakan bagian dari Australopithecus afarensis.

Lucy ditemukan oleh ahli paleoantropologi asal Amerika Donald Johanson tahun 1374 di Ethiopia. Fosilnya dianggap bisa menggambarkan manusia paling tua dan lengkap. Bahkan para ilmuwan ketika itu sudah menganggapnya sebagai ibu dari umat manusia.

Namun, bukti ilmiah mengindikasikan, Lucy bukanlah nenek moyang manusia modern. Secara genetis, ia berbeda dengan manusia masa kini. Para ahli paleoantropologi punya hipotesis, asal muasal manusia modern adalah "Hawa". la bukanlah manusia pertama yang diceritakan dalam kisah penciptaan di kitab suci. Hawa dalam pandangan para paleoantropolog adalah wanita yang hidup di Afrika antara 100.000 - 300.000 tahun lalu.

la membawa salah satu tipe DNA mitokondria (Deoxyribo-nucleic acid di dalam mitokondria - "pabrik energi" di dalam sel yang memasok sekitar 90% energi agar sel, jaringan, organ, dan sistem tubuh dapat berfungsi), bagian dari sejumlah kromosom yang berfungsi meneruskan faktor keturunan dari sel induk kepada sel turunan. Dalam hal ini, mtDNA hanya diturunkan kepada wanita. Setelah mengkaji variasi genetik di dalam mtDNA dalam berbagai populasi, para ilmuwan menyimpulkan, kita semua merupakdn turunan dari satu nenek nioyang, wanita "Hawa" di atas.

Kesimpulan itu membuka cakrawala baru bahwa manusia modern kemungkinan bukanlah keturunan dari manusia purba semacam Homo sapiens yang hidup 500.000 tahun lalu. Atau bahkan, spesies yang lebih tua seperti Homo habilis (2,5 - 1,6 juta tahun lalu), Homo ergaster (1,8 - 1,4 juta tahun Jalu), dan Homo erectus (1,5 juta tahun lalu). Soalnya seperti diungkap oleh Rick Gore dalam tulisannya “The Dawn of HumansTracking the First of Our Kind” di National Geographic, secara fisik Homo sapiens tampak sangat berbeda dengan manusia modern. Lebih tegap dengan wajah lebih lebar, dan kening mata menonjol.

Artikel ini pernah dimuat di Intisari edisi Oktober 2001 dengan judul “DNA Mitokondria Lorong Menuju Pengungkapan Asal-Usul Manusia”

Reporter : Moh Habib Asyhad
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×