Angkut Daging Sapi Dua Pria India Dipaksa Makan Kotoran Sapi

  • Jumat, 8 Juli 2016 20:00 WIB

Angkut Daging Sapi Dua Pria India Dipaksa Makan Kotoran Sapi

Intisari-online.com - Anggota geng sayap kanan, aktivis penyayang binatang, di India memaksa dua pria untuk makan campuran kotoran dan kencing sapi.

Hal itu terjadi setelah kelompok main hakim sendiri dari fundamentalis lokal menemukan dua pria mengangkut 700 kg daging sapi di mobil mereka di jalan dekat kota Faridabad, Haryana, India utara.

Geng fundamentalis lokal itu ingin menghukum dua pria yang mengambil keuntungan ekonomis dari sapi, hewan yang dianggap suci oleh masyarakat lokal.

Negara Bagian Haryana dikenal sebagai wilayah yang memiliki aturan yang ketat terkait konsumsi daging sapi dan perdagangan hewan tersebut, seperti dilaporkan Daily Express.


Di sana juga terdapat pegiat pencinta sapi yang dikenal dengan nama Gau Rakshak Dal. Anggota kelompok inilah yang memaksa dua pria itu untuk memakan kotoran sapi tersebut.

Otoritas Haryana melarang perdagangan daging sapi. Pelaku yang ketahuan dapat dihukum hingga sepuluh tahun penjara dan denda Rp 18,5 juta.

Dua pria yang kedapatan sedang mengangkut 700 kg daging sapi itu berasal dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan pasar menjelang hari raya Idul Fitri.

Anggota geng Gau Rakshak Dal melakukan tindakan main hakim sendiri dengan memaksa dua pria tadi untuk makan panchagavya - campuran kotoran sapi, urin, susu dan dadih.

Selain dipaksa makan kotoran sapi, dua pria tampaknya juga telah diserang secara fisik, karena wajah mereka tampak lebam atau memar parah.

Dalam video yang dirilis geng lokal itu, dua pria itu berjuang menahan pergolakan dari dalam perut mereka. Ketika porsi panchagavya itu hampir habis, mereka pun muntah-muntah.

Dharmendra Yadav, Ketua Gau Rakshak Dal, mengatakan kepada India Express,  “Ketika kami menangkap mereka, mereka memiliki 700 kilogram daging sapi di dalam mobil mereka”.

Hukuman dengan memakan panchagavya diberikan dengan tujuan untuk “menyucikan”  dua pria pengangkut daging sapi tersebut.

“Kami memaksa mereka makan panchagavya untuk memberi mereka pelajaran, dan juga untuk memurnikan mereka,” kata Yadav.

Para aktivis kemudian menyerahkan sepasang pria itu kepada  polisi Faridabad, yang menahan mereka sesuai dengan Undang-Undang Larangan Penyembelian Sapi di Haryana.

Kepala polisi setempat, Anil Kumar, mengonfirmasi kasus tersebut dan sepasang pria itu sedang dalam tahanan sambil menunggu proses hukum selanjutnya.

Menteri Pendidikan Haryana, Ram Bilas Sharma, membela para aktivis penyayang sapi. Dia  mengatakan, tindakan dilakukan para "penyayang sapi yang dibentuk atas UU yangg  baru".

Sharma kepada India Today mengatakan, "Haryana adalah tempat para penyayang sapi. Masyarakat lokal memiliki penghormatan yang besar terhadap sapi.”

Tahun lalu, Menteri Besar Haryana, Manohar Lal Khattar, mengatakan umat lain yang biasa menggunakan sapi pada setiap hari raya harus menghormati masyarakat lokal jika mereka ingin terus hidup di India.

Pada September 2015, seorang pria tua digantung oleh massa di Dadri, Negara Bagian Uttar Pradesh, karena menyimpan daging sapi di rumahnya. Pembunuhan itu mengejutkan.

Ironisnya, meskipun larangan pembantaian sapi, India tetap pengekspor daging sapi paling tinggi di dunia, menurut Departemen Pertanian AS. India juga mengekspor daging kerbau.

SUMBER: Kompas.com

Reporter : Yoyok Prima Maulana
Editor : Yoyok Prima Maulana

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×