Rainforest Guardian Skycraper, Pencakar Langit yang Menjaga Hutan Hujan

  • Minggu, 30 Maret 2014 17:00 WIB

Rainforest Guardian Skycraper, Pencakar Langit yang Menjaga Hutan Hujan

Intisari-Online.com - Lima desainer asal China yakni, Jie Huang, Jin Wei, Qiaowan Tang, Yiwei Yu Zhe, serta Hao mengusulkan sebuah proposal desain gedung pencakar langit pelindung hutan hujan, bernama Rainforest Guardian Skycraper (Gedung Penjaga Hutan).

Adapun tujuannya cuma satu, yakni melindungi daerah Amazon dari ancaman kebakaran dan kekeringan. Nantinya, gedung ini akan menjadi satu-satunya pencakar langit di lanskap lebat hutan Amazon. 

(Baca juga: Mencegah Kebakaran dengan Teknik Modifikasi Cuaca)

Proposal desain para desainer asal China itu sendiri merupakan salah satu bagian dari Kompetisi Pencakar Langit eVolo 2014. Dengan desain berbentuk lotus, nantinya "Gedung Penjaga Hutan Hujan" itu tak hanya berfungsi sebagai menara air, tetapi juga merupakan stasiun cuaca, pusat penelitian ilmiah, dan laboratorium pendidikan. 

Menurut NASA, selama 12 tahun terakhir ini kebakaran telah menghancurkan 3 persen dari hutan hujan Amazon. Wabah tersebut sulit untuk diprediksi, dan bahkan lebih sulit untuk dikontrol. Untuk itulah, "gedung penjaga" ini akan berfungsi sebagai perangkat yang mampu mencegah, memantau, serta memerangi kebakaran dengan cepat. 

Dalam isi proposalnya, gedung tersebut akan menangkap air hujan untuk kemudian disaring dan disimpan dalam waduk tambahan. Struktur gedung dibuat untuk menyerap air tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem di kawasan itu. 

(Baca juga: 66 Tersangka Kabut Asap Riau Diringkus)

Pada kasus api, pemadam kebakaran akan terbang ke tempat kejadian dan memadamkan air dengan air yang sudah terkumpul sebelumnya di menara ini. Laboratorium penelitian pun akan memungkinkan para ilmuwan memantau perubahan iklim dan stabilitas lingkungan. Bahkan, gedung ini juga akan bertindak sebagai galeri pameran bagi wisatawan untuk mempromosikan kesadaran lingkungan. (Latief/ Kompas)

Reporter : Chatarina Komala
Editor : Chatarina Komala

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×