RS Sering Tolak Pasien BPJS dengan Alasan Penuh, Ombudsman: Pas Dicek, Ternyata Kamar Ada

  • Rabu, 29 November 2017 16:00 WIB

20 Nyawa Pasien Keracunan di Rumah Sakit Ini Selamat Setelah Meminum Kotoran Manusia

Intisari-Online.com - Ombudsman Republik Indonesia menyarankan agar persoalan keterbatasan likuiditas atau kecukupan dana rumah sakit bisa segera dicari jalan keluarnya.

Sebab, berdasarkan temuan Ombudsman, banyak rumah sakit menolak pasien BPJS Kesehatan dengan alasan ruangan penuh.

Hal itu dilakukan karena rumah sakit memerlukan dana tunai untuk operasionalnya. Sementara klaim dari BPJS Kesehatan baru bisa cair setelah 14 hari.

"Ombudsman sendiri ketika mengecek, ternyata kamar ada. Ini harus dicari pangkalnya di mana," ujar anggota Ombudsman, Dadan Suparjo Suharmawijaya, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

(Baca juga: Inilah 8 Penyakit yang Pembiayaannya Diwacanakan Tak Lagi Ditanggung 100% oleh BPJS Kesehatan)

Beberapa waktu lalu, tutur Dadan, ia sudah diundang datang oleh Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) terkait persolan itu.

Salah satu solusi yang muncul yaitu memanfatkan pinjaman dari bank untuk rumah sakit.

Menurut Ombudsman, solusi itu bisa diterapkan. Apalagi, pihak perbankan disebut Dadan sudah bersedia bila ada jaminan dari BPJS Kesehatan.

Namun, masalahnya ada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang justru dinilai mengganjal terlaksananya solusi tersebut.

Reporter : intisari-online
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×