Salut! Meski Hanya Pemulung, Mbah Sadiyo Rela Menambal Jalan Bolong dengan Tenaga dan Modal Sendiri

  • Kamis, 2 Maret 2017 20:00 WIB

Mbah Sadiyo menambal jalan yang berlubang. | kompas.com

Intisari-Online.com - Sambil mengayuh becaknya, mata Sadiyo Cipto Wiyono atau yang lebih dikenal dengan Mbah Sadiyo terus memantau setiap jengkal jalan yang dilaluinya.

Meski berprofesi sebagai pemulung, ternyata tujuannya tak sekadar mencari barang bekas yang tak terpakai, Sadiyo juga mencari jalan yang berlubang.

Jika pada akhirnya menemukan jalan dengan lubang cukup besar, Sadiyo akan berhenti untuk kemudian menurunkan perlengkapan menambal jalan. Tak lupa pria kelahiran 7 April 1952 ini memarkir becaknya menutupi separuh jalan.

Di tengah terik matahari yang menyengat, serta lalu lalang kendaraan, termasuk truk-truk besar, Sadiyo menambal jalanan yang bolong.

Entah sudah berapa pulung lubang jalan yang sudah Sadiyo tambal seorang diri menggunakan semen yang dia beli sendiri setelah menyisihkan pendapatannya. Sadiyo biasanya hanya berhasil memperoleh pendapatan Rp100 ribu per minggu dari mengumpulkan barang bekas.

“Kalau beruntung bisa dapat Rp150 ribu,” ujar Sadiyo seperti dikutip dari detik.com.

Untungnya, khusus untuk pasir, warga dukuh Grasak RT 42 RW 11 Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, tersebut kerap mendapat sumbangan dari orang-orang yang kebetulan sedang membangun rumah.

Walau memang “Kadang dikasih, kadang tidak dikasih," katanya.

"Awalnya dulu (2012) pas berangkat memulung, becaknya masuk lobang yang cukup dalam. Ban saya rusak dan terpaksa diperbaiki. Setelah bisa pulang, saya teringat masih memiliki persedian pasir dan ada sedikit rezeki buat beli semen. Saya bawa semen dan pasir dan menambal lobang itu, tapi ternyata tidak hanya satu, ada kurang lebih tujuh atau delapan yang saat itu saya tambal," kata Sadiyo, Senin (28/2/2017), seperti dikutip dari kompas.com.

"Bahkan ada tetangga saya yang jatuh, patah tulang. Dia beri tahu saya kalau ada jalan berlubang. Setelah dapat rezeki ya saya tambal jalannya," kata kakek yang tinggal bersama istrinya, Tumirah, 65, dan seorang cucu laki-laki yang yatim piatu, seperti dikutip dari detik.com.

Sumber : []

Reporter : Ade Sulaeman
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×