Cucu Ki Hajar Dewantara: Kakeknya Berjuang dengan Pena, Cucunya Berjuang dengan 'Gedung'

  • Sabtu, 25 November 2017 16:30 WIB

Antarina SF. Amir: Meneruskan Ki Hajar, Berjuang Lewat Pendidikan

Intisari-Online.com - Siapa tak kenal sosok Ki Hajar Dewantara? Ketokohan Ki Hajar dalam sejarah pendidikan nasional tak diragukan lagi.

Beliaulah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pertama.

Sejak era pergerakan, Ki Hajar konsisten berjuang melawan kolonialisme lewat jalur pendidikan.

Lewat Perguruan Taman Siswa yang didirikannya tahun 1922, Ki Hajar mengembangkan konsep pendidikannya sendiri.

(Baca juga: Hari Guru: Terlahir sebagai Raden Mas Suwardi Suryaningrat, dari Mana Nama Ki Hajar Dewantara?)

Beliau menciptakan sistem pendidikan yang lebih mengakar dan menjawab tantangan kolonialisme yang membelenggu bangsa.

Semboyan pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidik.

Dalam bahasa Jawa semboyan itu berbunyi "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan).

Semboyan ini kemudian dipakai sebagai semboyan pendidikan nasional hingga kini.

Reporter : Rusman Nurjaman
Editor : Rusman Nurjaman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×