Kisah Black September, Teroris yang Pernah Bikin Mossad Israel Kalang Kabut

intisari-online Rabu, 12 September 2018 | 19:00 WIB
Aksi Black September di Munich 1972 (Ade Sulaeman)

Aksi teror menahan 400 orang dari berbagai warga dunia dan tiga pesawat yang diancam akan diledakkan jika permintaannya tidak dituruti jelas merupakan tindakan brutal yang tak bisa diterima akal sehat.

Selain bermaksud membebaskan kawan-kawannya para pembajak juga berniat untuk memanfaatkan AS, Inggis, dan Swiis sebagai negara yang secara politik bisa menekan Israel.

Militer Israel sebenarnya sudah tidak sabar lagi untuk melancarkan serangan komando guna membebaskan para sandera.

Baca Juga : Pasukan Israel yang Perkasa Ternyata Pernah Dibikin Babak Belur Tentara Suriah dan Mesir

Tapi Menhan Israel saat itu, Moshe Dayan ternyata memiliki keputusan untuk menempuh jalan non militer yang diyakini merupakan cara lebih aman.

Cara yang ditempuh militer Israel adalah menahan sekitar 450 orang Palestina yang memiliki hubungan kerabat dengan teroris PELP.

Operasi penahanan yang berlangsung semalam itu ditujukan untuk mengancam balik para pembajak.

Jika mereka melukai para sandera sanak- saudara yang sekarang ini berada di tahanan Israel juga akan terancam kehidupannya.

Pembajak akhirnya membebaskan semua penumpang tapi sebelum mereka pergi, tiga pesawat yang dibajak langsung dibakar.

Aksi pembakaran pesawat itu jelas membuat penguasa Yordania, Raja Hussein murka karena gerilyawan PELP telah melakukan tindakan seenaknya sendiri di negeri orang.

Raja Hussein yang merasa dilecehkan lalu memerintahkan pasukannya, Legiun Arab, untuk membunuh dan mengusir dengan kejam orang-orang Palestina yang berada di perkampungan Yordania.

Tindakan kejam Legiun Arab terhadap orang-orang Palestina yang berlangsung pada 15 September 1970 ternyata memunculkan dendam baru.

Sejumlah orang Palestina yang berhasil melarikan diri ke Suriah, Libanon, bahkan Israel akhirnya berhasil membentuk kelompok gerilyawan baru bernama Black September.

Sebagai organisasi teroris yang kemudian berhasil membangun jaringan secara internasional Black September pun terus menggalang kemampuan untuk menyerang musuh bebuyutannya, Israel.

Baca Juga : Diragukan Bisa Bikin Jet Tempur Siluman, Iran Malah Pamerkan Jetnya dan Siap Gempur Israel

Nama ‘’September’’ bahkan dimanfaatkan oleh para teroris selain anggota Black September untuk melancarkan aksinya yang cenderung dilaksanakan setiap bulan September.

Serangan teror berkode ‘’September’’ bahkan tidak hanya membuat Israel kewalahan tetapi juga AS.

Israel pernah kalang kabut ketika teroris Black September beraksi di Munich Jerman dengan cara menyandera para atlet Israel yang bertanding dalam Olimpiade Munich (1972).

Semua atlet Israel akhirnya tewas setelah pasukan komando Jerman gagal melancarkan aksi serangan untuk membebaskan sandera.

Sedangkan salah satu serangan teror berkode ‘’September’’yang membuat AS kalang kabut adalah aksi teror 11/9/2001 di New York.

Penulis : intisari-online
Editor : Yoyok Prima Maulana