Kisah Black September, Teroris yang Pernah Bikin Mossad Israel Kalang Kabut

intisari-online Rabu, 12 September 2018 | 19:00 WIB
Aksi Black September di Munich 1972 (Ade Sulaeman)

Pasalnya sejumlah aksi Black September kadang malah merugikan rakyat Palestina yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya.

Tapi meskipun telah didiskualikasi dari PLO, Black September ternyata tetap melancarkannya aksinya.

Black September terbentuk dari kelompok perlawanan Palestina yang dalam perjuangannya memang menyukai ‘’garis keras dan kurang perhitungan’’, yakni Front Rakyat Untuk Pembebasan Palestina (Populer Front for the Liberation of Palestine/ PELP).

Baca Juga : Nauru, Hanya Sebuah Negara Kecil di Pasifik tapi Sangat Penting Bagi israel

Salah satu aksi yang membuat rakyat Palestina dan dunia Arab berang adalah ketika PELP melancarkan pembajakan pesawat secara besar-besaran pada bulan September 1970.

PELP yang dipimpin oleh George Habash pada 10 September berhasil membajak tiga pesawat sekaligus yang sedang terbang di sebelah utara Aman, ibukota Yordania.

Uniknya pesawat komersil yang dibajak bukan pesawat Israel melainkan pesawat Pan American 747, TWA Boeing 747 dan Swissair DC-8.

Ketiga pesawat nahas dengan total penumpang sekitar 400 orang itu kemudian dipaksa mendarat di Zarka, Yordania dan langsung ditawan oleh puluhan teroris bersenjata lengkap.

Kendati tidak ada penumpang bangsa Israel di tiga pesawat itu, teroris PELP meminta agar semua rekan-rekannya yang sedang ditahan di penjara Israel dibebaskan.

Akibat ulah pembajakan oleh PELP yang merupakan aksi terbesar dan menggemparkan dunia karena bukan hanya Israel yang dibuat berang tapi juga rakyat seluruh dunia.

Penulis : intisari-online
Editor : Yoyok Prima Maulana