Beda dengan Ayam Kampung, Mengapa Daging Ayam Broiler Warnanya Pucat?

K. Tatik Wardayati Rabu, 12 September 2018 | 18:00 WIB
mengapa daging ayam brooiler warnanya pucat (Tribun Jual Beli)

Baca Juga : Jangan Mencuci Daging Ayam Saat Anda Akan Memasaknya, Catat Ya!

Ada juga yang mengatakan, rasa gurih pada daging ayam kampung disebabkan oleh umurnya yang sudah tua, sehingga ia sempat membentuk urat daging. Sedang ayam broiler yang baru berumur enam minggu itu hanya sempat menimbun lemak.

Karena kadar lemaknya tinggi, daging ayam broiler ini tidak cocok kalau dibuat masakan yang berlemak, misalnya opor, gulai atau kari, tapi kalau dibuat ayam panggang, ayam goreng atau sate ayam, rasanya tidak kalah dengan ayam kampung, asal dimakan panas-panas.

Atau bila tidak suka rasa lemak ayam broiler, bisa juga lemaknya dibuang. Caranya dengan membuang kulit bersama lemak yang ada di bawahnya.

Ayam broiler tidak sempat bertelur

Di samping itu harga ayam negeri ini lebih murah dan memasaknya lebih cepat, maklum umurnya baru enam minggu. Jadi tidak benar kalau ada orang yang mengatakan telur ayam negeri yang banyak dijual di pasar itu telur ayam broiler. Soalnya, sebelum ayam broiler ini sempat bertelur, ia sudah dipotong.

Baca Juga : Bukan Mitos, Ini yang akan Terjadi Jika Ayam Jago Berkokok Tengah Malam atau Angsa Tidur Berdiri dengan Satu Kaki

Benarkah warna daging ayam broiler lebih putih daripada daging ayam kampung? Sebenarnya, setiap jenis ayam memiliki dua warna daging. Daging pada dada umumnya lebih putih dari daging paha atau kaki.

Perbedaan warna daging ini disebabkan oleh adanya myoglobin, yaitu pigmen yang menyebabkan warna merah pada urat daging bila ada oksigen.

Bagian paha dan kaki banyak membutuhkan oksigen, karena memerlukan banyak energi untuk menyanggah tubuh dan merupakan anggota badan yang banyak melakukan aktivitas. Daging ayam broiler warnanya lebih putih.

Soalnya, ia sedikit sekali melakukan aktivitas. Kandangnya saja dibuat sedemikian rupa, sehingga ia sedikit miungkin dapat bergerak.

Baca Juga : Usai Lebaran 2018, Harga Telur Ayam Naik Hingga Rp31.000 per Kg

Sebenarnya selain ayam pedaging, ayam negeri ini juga ada jenisnya yang kita kenal dengan nama ayam petelur. Jenis ayam ini khusus diternakkan untuk diambil telurnya.

Ayam petelur tidak memiliki sifat mengeram seperti yang dipunyai ayam kampung, dan untuk bertelur ia tidak perlu dibuahi oleh jantannya. Telur yang tidak dibuahi itu tidak dapat ditetaskan. Jadi sebagai pemacak, ayam jantan petelur cuma digunakan di peternakan pembibitan (breeding farm) saja.

Sejak anak ayam berumur satu hari (Day Old Chicken= DOC) telah dilakukan pemisahan jenis kelamin (sexing). Anak ayam petelur yang jantan dipisahkan dan dipelihara untuk dijadikan ayam pedaging.

Untuk itu ayam jantan petelur ada yang dikebiri dengan cara membuang testisnya, dan ada juga yang diberi hormon. Tujuannya agar ayam cepat gemuk.

Baca Juga : Awas! Makan Daging Ayam Kondisi Seperti Ini, 4 Penyakit Kronis Akan Menyerang Anda

Dalam hal pengebirian ini ada juga perbedaan antara ayam negeri dan ayam kampung. Percuma memberi hormon pada ayam kampung, karena ia akan tetap “ceking", tetapi ayam kampung bisa dikebiri dengan cara membuang testisnya.

Dalam bentuk karkas, ayam petelur jantan ini sulit dibedakan dari ayam kampung, kecuali bila kulit kaki ayam kampung kebetulan berwarna hitam. Bagi mereka yang bermata jeli, daging ayam petelur jantan ini mudah dibedakan, karena kulitnya lebih tebal dari ayam kampung, dan tubuhnya lebih kurus dari ayam broiler. (Liz – seperti pernah dimuat di Majalah Intisari September 1984)

Baca Juga : Wow, Ada Ayam Goreng Berbalut Emas! Seperti Apa Ya Rasanya?

Source : intisari
Penulis : K. Tatik Wardayati
Editor : Aulia Dian Permata