Beda dengan Ayam Kampung, Mengapa Daging Ayam Broiler Warnanya Pucat?

K. Tatik Wardayati Rabu, 12 September 2018 | 18:00 WIB
mengapa daging ayam brooiler warnanya pucat (Tribun Jual Beli)

Selain itu ayam pedaging ini kurang bergerak. Lemak tubuhnya kebanyakan ditimbun di bawah kulit, terutama kulit paha dan kulit pinggang, di rongga perut dan dadanya.

Lemak ini pula yang mempengaruhi tebal tipisnya kullit. Ayam pedaging memiliki kulit yang tebal, walaupun umurnya masih muda. Kulit yang tebal ini juga mengakibatkan pori-pori ayam pedaging lebih besar dan kasar.

Berbeda dengan ayam kampung (dinamakan demikian, konon dulu ayam ini hanya ditemukan di kampung-kampung}, jenis ayam ini secara genetis memang tidak memiliki kemampuan untuk tumbuh dengan cepat dan menimbun lemak.

Kontroversi rasa

Benarkah bahwa daging ayam kampung lebih gurih daripada ayam pedaging? Menurut dra. Peni S Hardjoswara Msc, salah seorang staf pengajar Fakultas Peternakan IPB, yang menyebabkan rasa gurih pada daging itu ialah lemaknya.

Baca Juga : Jangan Makan Ayam Mentah! Sebab Ibu Ini Tewas 36 Jam Setelah Makan Ayam Mentah

Oleh karena itu seharusnya ayam pedaging lebih gurih dari ayam kampung, bukan sebaliknya. Tetapi umumnya lidah kita  lebih menyukai rasa daging yang  tidak terlalu berlemak, sehingga kita merasa daging ayam broiler kurang gurih.

Sedangkan menurut Slamet Soeseno, di kalangan masyarakat ada pendapat bahwa rasa daging ayam kampung yang lebih gurih daripada daging ayam negeri (broiler), diduga disebabkan oleh protein tubuh yang terbentuk.

Soalnya, ayam kampung itu lebih banyak makan makanan hewani alamiah, misalnya serangga, cacing dan sebagainya. Sedang ayam broiler makanannya sepenuhnya diatur oleh manusia.

Sumber protein hewaninya umumnya berupa tepung ikan atau tepung tulang dan kebanyakan makanannya berasal dari tumbuhan (nabati), seperti jagung kuning, bungkil, dedak dan sebagainya.

Source : intisari
Penulis : K. Tatik Wardayati
Editor : Aulia Dian Permata