Beda dengan Ayam Kampung, Mengapa Daging Ayam Broiler Warnanya Pucat?

K. Tatik Wardayati Rabu, 12 September 2018 | 18:00 WIB
mengapa daging ayam brooiler warnanya pucat (Tribun Jual Beli)

Andaikata kita ingin cepat-cepat memasaknya, daging dalam plastik itu dapat dimasukkan ke dalam air dingin. Setelah mencair, bila Anda mempunyai oven microwave bisa langsung dibakar.

Asal Amerika

Ayam pedaging yang lebih kita kenal dengan sebutan broiler itu merupakan hasil seleksi yang dilakukan di Amerika sejak tahun 1930. Yang dipilih, ayam-ayam yang mempunyai kemampuan cepat tumbuh dan dadanya lebar.

Yang terakhir ini merupakan salah satu ciri ayam pedaging. Ayam-ayam yang demikian, dimuliakan, kemudian diternakan sampai sekarang.

Baca Juga : Inilah 5 Pekerjaan Aneh yang Ada di Dunia: Salah satunya Mengecek Kelamin Ayam

Karena mempunyai kemampuan cepat tumbuh, maka dalam waktu enam minggu saja ayam pedaging ini sudah siap untuk dipasarkan dengan berat karkas sekitar satu kg. Kalau umurnya lebih dari enam minggu, tubuhnya semakin besar, selain itu lemaknya pun semakin tebal.

Umumnya orang tidak menyukai lemak yang tebal ini. Jadi sebaiknya memilih ayam yang kurang dari enam minggu, kalau mau mendapatkan ayam yang tidak banyak lemaknya.

Padahal, sebetulnya lemak ayam broiler itu tidak jenuh dan kadar kolestrolnya rendah, berbeda dengan lemak daging lain seperti babi dan sapi.

Lemak tubuh yang tebal selain disebabkan oleh bakat ayam itu sendiri, juga karena makanannya mengandung kadar lemak yang tinggi, misalnya tepung ikan, bungkil kelapa dan sebagainya.

Baca Juga : Hati-hati! Wabah Penyakit Paling Banyak Disebarkan Lewat Daging Ayam

Source : intisari
Penulis : K. Tatik Wardayati
Editor : Aulia Dian Permata