Belajar dari Kasus Istri Sule Kepergok Bersama Pria Lain, Kenapa Wanita juga Tertarik Selingkuh?

intisari-online Rabu, 12 September 2018 | 17:30 WIB
Lina, Istri Sule, kepergok bersama pria berkacama mata. ()

Intisari-Online.com - Gugatan perceraian Lina terhadap komedian kondang, Entis Sutisna atau yang akrab disapa Sule menggegerkan publik.

Lina mengaku adanya faktor ekonomi dan kekerasan menjadi pemicunya untuk pisah dari sang suami.

Namun, baru-baru ini ditemukan fakta bahwa Lina terciduk berpose mesra dengan seorang pria berkacamata yang identitasnya diketahui sebagai Teddy.

Melansir dari acara Selebrita Siang Trans 7 pada 10 Sptember 2018, Lina dan Teddy berpose beberapa kali sembari tersenyum dan memandang satu sama lain.

Baca Juga : Perceraian Sule-Lina: Benarkah Istri Tak Berhak Mendapatkan Nafkah dari Suami Jika Menjadi Pihak Penggugat?

Seolah sudah mengetahui perihal foto mesra sang istri dengan pria berkacamata, Sule mengungkapkan doa dengan penuh kepiluan.

Bahkan, Sule justru meminta maaf karena dirinya tidak bisa membuat sang istri bahagia.

Belum ada konfirmasi resmi tentang status hubungan antara Lina dan pria berkacamata tersebut.

Kasus ini mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, kenapa wanita juga tertarik untuk mendua?

Baca Juga : Sule Diduga Digugat Cerai karena Selingkuh: Ini 7 Tanda Pasangan Sudah Selingkuh Secara Emosional

University of Southern Mississippi’s (2016) membuat sebuah penelitian mendalam terhadap empat orang perempuan yang mengaku berselingkuh.

Dengan wawancara mendalam dan bukan bermaksud untuk menggeneralisasikan semua perempuan yang berselingkuh, peneliti berusaha untuk mencari tahu isu apa yang sebetulnya dialami perempuan sehingga ia berselingkuh.

Di luar dari pandangan perselingkuhan biasanya terjadi karena hawa nafsu, dll., berikut empat alasan yang terkuak dari penelitian tersebut.

Mengapa perempuan selingkuh?

1. Perempuan merasa pasangannya tidak layak untuk kesetiaan dan komitmennya

Perempuan bisa berselingkuh jika ia memandang pasangannya bukan sebagai orang yang dicintainya.

Sehingga ia merasa harus mencari orang lain yang tepat untuk dicintainya.

Salah satu partisipan penelitian menggambarkan pasangannya sebagai orang yang penuh kebencian, dendam, dan kasar.

Sehingga ia merasa lebih aman jika bersama pria lain.

2. Perempuan memandang perselingkuhan sebagai hal yang rasional

Mari kita analogikan seperti seorang perokok yang sudah tahu bahwa perokok itu dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Tapi ia membuat kebiasaan merokok itu sebagai sesuatu yang rasional yang dampaknya tidak akan sebesar itu.

Sama halnya ketika perempuan berselingkuh, ia merasionalkan perbuatan itu.

3. Untuk mengurangi rasa bersalah dengan mengganti “diri”

Perselingkuhan perempuan juga bisa terjadi karena ia mampu membagi dirinya menjadi dua kepribadian. Ibarat menggunakan topi yang berbeda.

Jika di luar, ia menggunakan “topi perselingkuhan”.

Sekembalinya di rumah, ia mengenakan “topi istri”. Cara ini dipakainya untuk mengurangi rasa bersalah.

4. “Saya memang orang yang buruk, kok”

Ia sudah memutuskan bahwa ia adalah pasangan yang buruk bagi pasangannya.

So, berselingkuh juga adalah bagian keburukan itu. Ia mengizinkan dirinya sendiri untuk berselingkuh.

Semua alasan itu sebetulnya tidak dapat dibenarkan.

Namun, inilah keempat alasan yang mungkin bisa menjawab pertanyaan teman saya tadi atau mungkin yang kita pertanyakan selama ini.

Dan tentu saja dengan mengetahui kecenderungan-kecenderungan ini, kita bisa lebih bijaksana dalam mempertahankan komitmen dan kesetiaan pada pasangan, kan? (Tika)

Source : nova.id
Penulis : intisari-online
Editor : Yoyok Prima Maulana