Anak-anak Sule Menangisi Kondisi Keluarganya, Ini Dampak Perceraian Pada Tumbuh Kembang Anak

Tatik Ariyani Rabu, 12 September 2018 | 18:45 WIB
Dampak perceraian bagi anak (kolase)

Melihat hal tersebut, Sule lalu menghampiri sang anak, dan duduk di tengah keduanya.

Sule dan kedua anaknya

Perceraian memang menimbulkan dampak pada banyak pihak, baik kedua pasangan sendiri maupun pada anak-anaknya.

Setiap perceraian pasti membuat anak-anak sebagai korban utama.

Baca Juga : Rusia Gelar Latihan Militer Terbesar Sejak Perang Dingin, Ada Lebih dari 300.000 Tentara Ambil Bagian!

Buku How to Shape Your Kids Better karangan Hari Datt Sharma mengungkapkan, ada beberapa dampak perceraian pada anak dan sejumlah faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri anak terhadap perceraian maupun terhadap masyarakat, di antaranya:

1. Pola asuh dan kepuasan

Anak-anak dari orangtua bercerai yang memiliki pola asuh autoritatif/demokratis, biasanya di sekolah tidak menunjukkan begitu banyak masalah sosial dan emosional seperti anak-anak lain dengan orangtua bercerai.

Karena orangtua yang demokratis itu mampu mengendalikan kemarahan anaknya.

Baca Juga : Inilah 3 Pencapaian Besar Xiaomi yang Berhasil Diraih Sepanjang 2018

2. Ibu menikah kembali

Menikah kembali membutuhkan penyesuaian diri.
 
Penelitian menunjukkan bahwa ibu-ibu yang menikah kembali cenderung lebih bahagia, memiliki penyesuaian diri yang lebih baik dan lebih puas dengan hidupnya.
 
Anak laki-lakinya bisa berhubungan baik dengan ayah tiri mereka, sedangkan anak perempuan memang mengalami lebih banyak masalah dibandingkan dengan anak perempuan yang ibunya tidak menikah kembali.

3. Hubungan dengan ayah

Di kalangan remaja laki-laki yang orangtuanya bercerai sepuluh tahun sebelumnya, biasanya hubungan mereka dengan ayah mempengaruhi penyesuaian diri mereka dengan ibu pada masa setelah perceraian.

Anak-anak laki-laki yang memiliki ayah yang kacau yang menolak putra-putranya biasanya membuat anak-anak itu merasa dipermalukan dan sakit hati.

Sering reaksi kemarahan mereka malah ditujukan kepada ibu mereka.

4. Kemudahan berhubungan dengan kedua orangtua

Sering dan teratur berhubungan dengan orangtua yang tidak mudah dihubungi sangatlah penting.

Pertemuan dengan ayah yang biasanya dibatasi bisa menyebabkan anak-anak merasa kehilangan cinta yang didambakan dan merasa kurang dilindungi. Tindakan ini sama saja dengan penolakan. (Birgitta Ajeng)

Baca Juga : 4 Tahun Lagi, Taksi Terbang Akan Beroperasi untuk Penerbangan Antar Kota

Source : nova.grid.id
Penulis : Tatik Ariyani
Editor : Aulia Dian Permata