Rusia Gelar Latihan Militer Terbesar Sejak Perang Dingin, Ada Lebih dari 300.000 Tentara Ambil Bagian!

Mentari Desiani Pramudita Rabu, 12 September 2018 | 16:15 WIB
Vostok 2018 ()

Intisari-Online.comRusia dilaporkan telah melaksanakan latihan militer terbesarnya sejak Perang Dingin.

Dilansir dari Independent.co.uk, sekitar 300.000 tentara ikut ambil bagian dalam latihan militer ini.

Dari 300.000 tentara tersebut, ribuan tentara yang sebelumnya berada di China dan Mongolia juga dilibatkan dalam latihan Vostok 2018.

Latihan Vostok 2018 dirancang untuk memasukan serangan udara tiruan “besar-besaran” dan pengujian sistem pertahanan rudal jelajah.

Baca Juga : Lenin, Membuat Sejarah 'Berdarah' Berulang Terus di Rusia

Selain itu, latihan ini juga dirancang untuk mengasah kesiapan tempur pasukan Rusia dan melatih kerjasama antara angkatan darat, laut, dan udara.

Diketahui, latihan perang yang dilakukan di Siberia timur ini telah dilaksanakan sejak hari Selasa (11/9/2018) kemarin.

Bahkan latihan pada Selasa kemarin merupakan latihan militer terbesar sejak tahun 1981 atau sejak Perang Dingin dan setelah Uni Soviet runtuh.

Tidak hanya itu, menjelang latihan, presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan mitranya dari China, Xi Jinping, di kota timur Vladivostok.

Kepada media setempat, keduanya mengatakan bahwa hubungan kedua negara didasarkan pada kepercayaan "di bidang politik, keamanan dan pertahanan".

Rusia dan China termasuk dalam dua dari 10 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. 

Baca Juga : Inggris Kaget! Kapal Selam Nuklir Rusia Masuk ke Perairan Mereka Tanpa Terdeteksi Radar

Dalam latihan ini, angkatan bersenjata Rusia akan mengerahkan 1.000 pesawat, 36.000 tank dan kendaraan lapis baja, dan hingga 80 kapal dalam latihan satu minggu.

Sementara China yang baru mengambil latihan bersama, mengirim 3.200 tentara, 900 tank, dan 30 jet serta helikopter.

Penyebab latihan militer Rusia

Ada ketegangan yang meningkat antara Rusia dan NATO.

Hubungan antara Rusia dan NATO, aliansi pembangkangan internasional 29 negara yang didominasi oleh AS, telah memburuk sejak Rusia menyerbu Krimea dari Ukraina empat tahun lalu.

Bulan lalu NATO bahkan memindahkan 4.000 pasukan lebih dekat ke perbatasan barat Rusia "untuk mencegah segala kemungkinan agresi".

Inilah yang memicu kecaman dari Putin.

Baca Juga : Jet Tempur Rusia Generasi Terbaru akan Dibekali Teknologi 'Pembunuh' F-22 dan F-35

Penulis : Mentari Desiani Pramudita
Editor : Ade Sulaeman