Imunisasi MR Ditunda: Kekebalan Komunitas Tak Terwujud, 'Tsunami Rubella' pun Mengancam

Ade Sulaeman Rabu, 12 September 2018 | 10:15 WIB
Ilustrasi herd immunity ()

Selain dapat melindungi anak yang sudah diimunisasi, vaksinasi juga bisa melindungi anak-anak yang tidak pernah mendapat vaksin sejak bayi.

"Saya juga pernah datang ke sebuah diskusi dengan ibu-ibu antivaksin. Ada seorang ibu yang membawa bayinya untuk dipamerkan kalau keenam anak-anaknya tidak divaksin tapi tetap sehat," kata Prof.dr.Sri Rezeki Hadinegoro Sp.A(K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, seperti dilansir dari kompas.com.

Sri menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi ketika jumlah anak yang diimunisasi sangat banyak.

Baca Juga : Hasil Analisis Terbaru Kecelakaan Bus di Sukabumi: Ada Orang Lain yang Harus Bertanggung Jawab Selain Sopir

Kondisi ini dikenal dengan istilan herd immunity atau kekebalan komunitas, yaitu situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.

Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Iris Rengganis, SpPD bahkan menyatakan bahwa herd immunity bisa terwujud ketika 80 persen dari anggota populasi sudah divaksin.

Dalam situasi ini, sebagian besar anggota populasi akan terhindar dari penularan penyakit 20 persen anggota lainnya.

Dengan kata lain, apabila kelompok yang rentan seperti bayi dan balita terlindungi melalui imunisasi, maka penularan penyakit di masyarakat pun akan terkendali.

Selanjutnya kelompok usia yang lebih dewasa pun ikut terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah.

Kondiisi ini hanya bisa terjadi jika cakupan imunisasinya tinggi dan merata.

Jika di suatu daerah hanya sedikit, atau bahkan tidak ada anak yang diimunisasi, maka penyakit akan mudah menyebar.

Berikut ini dua ilustrasi bagaimana herd immunity bekerja:

Ilustrasi herd immunity

Ilustrasi herd immunity

Baca Juga : Untuk Menyelundupkan Obat-obatan Terlarang, Raja Kokain Pablo Escobar Bayar Pilotnya Rp7 Miliar Sekali Jalan

Penulis : Ade Sulaeman
Editor : Ade Sulaeman