Inilah Kengerian Bom Fosfor yang Diduga Digunakan Amerika Menyerang Suriah dan Dilarang Konvensi Jenewa

Intisari Online Senin, 10 September 2018 | 17:00 WIB
Bom fosfot, dan bahanya, yang digunakan Amerika menyerang Suriah 20017 lalu. (James Perloff/Twitter)

Intisari-Online.com - Jet-jet tempur AMerika Serikat (AS) diduga menggunakan bom fosfor ketika menyerang kota di Deir Ezzor, Suriah.

Dalam laporan Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, dua jet tempur F-15 memakai bom terlarang itu ketika menargetkan Hajin pada Sabtu (8/9) kemarin.

Sekadar informasi, dan ini diamini oleh kepala pusat rekonsiliasi Letjen Vladimir Savchenko, bom fosfor itu dilarang di Konvensi Jenewa 1980.

Jika terkena oksigen, fosfor yang meledak tersebut bisa mengeluarkan asap putih dengan suhu panas yang tinggi.

Baca Juga : Inilah 5 Senjata Kimia Paling Mematikan Sepanjang Sejarah yang Sudah Makan Banyak Korban Jiwa Tak Berdosa

Jika terkena ledakan bom itu, korban bakal menderita luka bakar parah yang sangat sulit untuk disembuhkan.

Namun, fosfor putih dilaporkan diizinkan penggunaannya sebagai penanda maupun memberi perlindungan terhadap operasi tertentu.

"Akibat serangan dengan bom fosfor, timbul kobaran api besar di kawasan itu," ulas Savchenko dilansir Russian Today Minggu (9/9).

Dia melanjutkan, saat ini kantornya masih belum mendapat laporan korban yang timbul akibat serangan itu.

Tudingan itu langsung mendapat respon dari juru bicara Pentagon Komandan Sean Robertson kepada kantor berita TASS.

Source : Kompas.com
Penulis : Intisari Online
Editor : Moh. Habib Asyhad