Berita Kecelakaan di Sukabumi, Kisah Nasi Basi yang Jadi Firasat Tergulingnya Bus ke Jurang

intisari-online Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
Nasi basi menjadi firasat di kecelakaan maut Sukabumi. ()

Intisari-online.com - Syaiful Bahri (45), warga di RT 008 RW 001, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi kecelakaan maut di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).

Bus milik pihak Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) 1010-00 yang ditumpangi korban, diketahui terjun ke jurang sedalam sekitar 100 meter, kala ingin menuju berwisata ke Geopark Ciletuh, Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Tati (37), istri Syaiful tak menyangka suaminya jadi satu-satunya korban di dalam kecelakaan itu.

Kepergian suaminya diketahui untuk hadiri penutupan diklat di Geopark.

Baca Juga : Hasil Analisis Terbaru Kecelakaan Bus di Sukabumi: Ada Orang Lain yang Harus Bertanggung Jawab Selain Sopir

"Saya enggak ada perasaan apa-apa. Tiba-tiba saya dapatkan informasi dari sana (Sukabumi) jika bus yang ditumpangi suami saya (Syaeful) terjun ke jurang," ucapnya Tati, saat ditemui di kediaman orangtua Syaiful di Jalan Kelurahan Lama RT 08/01, Kalideres, Minggu (9/9/2018).

Syaiful Bahri, terang Tati, seorang guru di SDN Semanan 07 Petang, Kalideres, Jakarta Barat. Syaiful diketahui berangkat dari SDN 08 Kebon Jeruk, pada Jumat (7/9/2018), sekitaran 23.00 WIB.

"Suami saya, merupakan perwakilan guru dari Kecamatan Kalideres yang dipilih untuk dapat mengikuti penutupan Diklat di Pelabuhan Ratu."

"Diklatnya itu memang sudah sering ikut, tetapi kemarin itu mau sekalian penutupan, makanya acaranya di Pelabuhan Ratu. Satu kecamatan itu satu orang aja yang ikut dan di Kalideres itu almarhum (Syaiful) yang dipilih," paparnya.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Sukabumi Tewaskan 21 Orang, Ini Cara Memilih Tempat Duduk Aman Saat Naik Kendaraan

Source : tribunnews
Penulis : intisari-online
Editor : Yoyok Prima Maulana