Lewat 'Kekuatan Surga', Suku Hmong Berhasil Bikin Militer Prancis Takluk dan Ketakutan Setengah Mati

Afif Khoirul M Rabu, 29 Agustus 2018 | 11:30 WIB
Ilustrasi orang-orang dari suku Hmong (wikipedia)

Akhirnya, mereka melakukan pembelotan terhadap pemerintah Prancis, meskipun beberapa komunitas dari Hmong ada juga yang berpihak pada Prancis.

Pertempuran pecah pada tahun 1918, orang-orang Hmong mendesain senjata dan mesiu mereka sendiri.

Peristiwa tersebut dikenal dunia dengan julukan 'War Of Insane' atau peperangan yang gila.

Satu senjata yang terkenal adalah meriam Hmong, yang dibuat dari batang kayu dan dipenuhi dengan potongan logam dan mesiu Hmong.

Baca Juga : Banyak Berita Buruk Tentang Dirinya, Trump Salahkan dan Ancam Google

Berat daripada meriam tersebut bisa mencapai 90 Kilogram dan hanya ada satu orang yang bisa membawanya, dia adalah Lwv, salah satu orang dari suku Hmong.

Pertempuran tersebut telah membuat Prancis kalang kabut, bahkan mereka terperangah karena tidak tahu cara melawan orang hutan.

Tentara Hmong bisa menyerang secara tidak terlihat, dan secara mendadak tiba-tiba mereka muncul di hadapan tentara Prancis.

Pada saat itu Prancis dalam kondisi lemah akibat Perang Dunia I, pasukan militer mereka juga terbatas hingga membuatnya merekrut orang-orang pribumi untuk menjadi anggotanya.

Baca Juga : Bekerja Sama dengan Rusia-China Produksi Pesawat Siluman, Turki Makin Bikin Sewot AS

Padahal, orang-orang pribumi sudah jelas tidak ingin melawan suku Hmong, hal inilah yang membuat Prancis kalah telak.

Bahkan Prancis disebut-sebut juga ketakutan setengah mati, karena ada desas-desus orang-orang Hmong menggunakan kekuatan sihir.

Ilustrasi orang-orang dari suku Hmong

Salah satu kunci kekuatan Hmong adalah pada pemimpin mereka, yang bernama Pa Chay Vue, yang biasa memanjat pohon yang konon untuk menerima pesanan dari surga. 

Adik perempuannya Pa Chay, Kao Mee, konon juga mampu membelokkan peluru dengan hanya menggunakan bendera rami putih. 

Dikatakan bahwa Pa Chay adalah seorang perawan yang saleh, dia menyebutkan bahwa menerima kekuatannya dari Surga. 

Akhirnya, pasca kekalahan Prancis pada tahun 1920, Perancis memberikan status khusus kepada suku Hmong, sehingga mengakhiri pemberontakan pada tahun 1921.

Kabar lain menyebutkan bahwa, kekalahan Prancis atas orang-orang Hmong ini adalah suatu hal yang memalukan, bahkan Prancis hingga saat ini berusaha menutup-nutupi peristiwa ini.

Source : unbelievable-facts.com
Penulis : Afif Khoirul M
Editor : Ade Sulaeman