Si Manusia Kebal Itu Akhirnya ‘Kalah’ oleh Daun Kelor dan Batang Padi

K. Tatik Wardayati Senin, 20 Agustus 2018 | 19:30 WIB
()

Baca juga: Rilis Fitur Baru untuk ‘Group Chatting’, WhatsApp Hapus ‘Kekebalan’ Admin

Sejarah gerakan sosial Jawa pada abad XIX - XX memperlihatkan luasnya kepercayaan gaib yang berorientasi pada kepercayaan jimat.

Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia pun bertaburan kisah kekebalan.

Saat melawan Belanda dalam Clash II tahun 1948 misalnya, siapa pun yang terlibat dalam perang saat itu, pasti mengenal nama Komarudin. Seorang prajurit yang kebal peluru dari Sleman, Yogyakarta.

Begitu kentalnya keyakinan itu sehingga film Janur Kuning pun tak menyingkirkan kisah keberanian Komarudin dari berondongan peluru musuh.

Baca juga: Penelitian Terbaru Ungkap Adanya Efek Lain dari Kopi Terhadap Perilaku Seksual, Mirip Ganja Namun Kebalikannya

Supriyadi, oleh pengagum fanatiknya juga dipercaya kebal peluru. Pahlawan dalam pemberontakan Peta (Pembela tanah Air) di Blitar ini, bahkan diyakini bisa menghilang.

Tokoh lain, siapa lagi kalau bukan Bung Karno? Berapa kali tokoh besar Indonesia ini mengalami usaha pembunuhan tapi selalu lolos justru tanpa disadari? Peristiwa penembakan waktu sembahyang Idul Adha atau peristiwa Cikini, menjadikan tokoh kemerdekaan ini semakin  dikenal sakti.

Soal kekebalan, dari dulu tokoh-tokoh Indonesia kuno sudah mengenalnya. Tengok saja Kitab Pararaton, betapa Ken Arok atau Gajah Mada kebal senjata tajam. Berapa kali Ken Arok dikejar-kejar rakyat, tapi selalu luput dari kematian. Bahkan akhirnya anak Ken Endok ini jadi raja.

Enam abad telah lewat sejak zaman Gajah Mada, namun cerita kekebalan tumbuh terus semakin berbunga-bunga. Peristiwa G30S/PKI misalnya, menyisakan cerita kekebalan di kalangan pengkhianat atau mereka yang ditumpas.

Penulis : K. Tatik Wardayati
Editor : Moh. Habib Asyhad