Dibangun Sebagai Pengganti Masjid yang Hancur di Masa Revolusi China, Masjid Ini Kembali akan Dihancurkan

Intisari Online Sabtu, 11 Agustus 2018 | 08:30 WIB
Masjid di Weizhou. ()

Intisari-Online.com - Pemerintah kota Weizhou di daerah otonomi Ningxia Hui, China akhirnya menunda rencana untuk menghancurkan sebuah masjid bar setelah ratusan umat Muslim dari etnis Hui melakukan protes pada Kamis (9/8/2018).

Ratusan orang itu bergerombol dari tengah hari hingga larut malam di sebuah lapangan di luar Masjid Raya Weizhou, yang memiliki sembilan kubah dan empat menara itu.

Pemimpin daerah setempat mendatang masjid itu pada Kamis tengah malam dan meminta warga untuk pulang.

Dia berjanji tidak akan menghancurkan masjid itu hingga rencana pembangunan ulang disepakati dewan kota.

Baca juga: Kisah Ho 229, Pesawat 'Siluman' Adolf Hitler yang Melampaui Zamannya tapi Berakhir Tragis

Menurut pemerintah kota Weizhou, pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan pada 3 Agustus lalu. Isinya memberikan tenggat waktu bagi pengelola masjid untuk menhancurkan bangunan itu pada Jumat (10/8/2018).

Peringatan itu diberikan pemerintah kota karena masjid itu didirikan tanpa mendapatkan izin perencanaan dan pembangunan dari pemerintah.

Surat itu juga berisi ancaman penghancuran paksa jika pengelola masjid tak bisa memenuhi syarat yang diharuskan.

Namun, seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Ningxia mengatakan, setelah melakukan negosiasi selama beberapa hari dengan para tokoh agama, pemerintah akhirnya sepakat tidak akan menghancurkan masjid itu.

Baca juga: Ingin Sepatu Tetap Rapi dan Rumah Tampil Cantik? Ini 5 Ide Rak Sepatu Unik yang Bisa Dicontek

Source : Kompas.com
Penulis : Intisari Online
Editor : Ade Sulaeman