Tak Hanya Biaya Nikah, Biaya Perceraian Pangeran Charles pun Mahal, Hampir Seratus Miliar!

K. Tatik Wardayati Selasa, 12 Juni 2018 | 16:30 WIB
Pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana pada 1981. (Mirror)

Intisari-Onlein.com – Ketika Brunei Darussalam diliputi kegembiraan pesta perkawinan agung, monarki Inggris tersaput mendung runtuhnya perkawinan Pangeran CharlesPutri Diana.

Rabu, 28 Agustus 1996, pukul 10.27 waktu setempat, seorang pegawai pengacara Charles menyerahkan uang perceraian sebesar £ 20 (± Rp 74.000,-) kepada Divisi Keluarga Pengadilan Tinggi, Kerajaan Inggris, London.

Beberapa menit kemudian keluarlah selembar kertas berstempel resmi menyatakan Decree Absolute, menyusul Decree Nisi perceraian sementara yang dikeluarkan enam minggu sebelumnya.

Maka berakhirlah perkawinan akbar, yang gemerlap upacaranya membuat dunia terpaku di depan televisi.

Kini selain persoalan status Diana dalam monarki Inggris, perannya bagi negara, yang paling banyak disorot ya soal harta gono-gini. Meski sampai artikel ini ditulis, penyelesaian keuangan secara resmi belum diumumkan, diperkirakan sejumlah ± £ 23 juta (± Rp 84,4 miliar) bakal diserahkan Charles kepada Diana.

Baca juga: Persis Seperti Putri Diana, Ini Rute Kunjungan Luar Negeri Resmi Pertama ala Meghan Markle dan Pangeran Harry

Menurut Time edisi 22 Juli 1996, belum pasti apakah pembayaran itu akan dilakukan sekaligus seperti yang diinginkan oleh Diana. Di samping itu, Diana juga berhak atas semua perhiasan pribadinya sebagai Putri Wales.

Apartemen dengan 30-an kamar di Istana Kensington juga tetap bebas untuk ia gunakan, tanpa uang sewa. Namun belum jelas apakah Diana masih berhak menerima semua itu jika menikah lagi.

Di samping uang, ada soal lain yang bagi orang Inggris tat kalah penting. Setelah perceraian ini Diana tidak akan lagi menyandang gelar HRH (Her Royal Highness), gelar kebangsawanan bagi anggota keluarga monarki Inggris.

Namun ia akan tetap banyak dilibatkan dalam acara kenegaraan dan akan tetap diperlakukan sama hormatnya seperti sekarang. Lalu orang jadi berpikir-pikir apakah kalau demikian, ia juga harus menekuk lutut sambil menghormat kepada kedua anaknya?

Source : intisari
Penulis : K. Tatik Wardayati
Editor : Moh. Habib Asyhad