Ibu Angkat dan Ibu Tiri, Tetaplah Seorang Ibu yang Istimewa

  • Rabu, 21 Desember 2016 13:00 WIB

ibu angkat dan ibu tiri tetaplah seorang ibu yang istimewa.

Intisari-online.com—Apa kesamaan yang dimiliki oleh seorang ibu tiri dan ibu angkat? Mereka percaya bahwa keluarga adalah orang yang saling mengasihi dan peduli sama lainnya sekalipun ia tidak terikat darah dan genetik.

Satu hal yang tidak bisa tergantikan dari seorang ibu kandung adalah ikatan emosional yang sangat kuat. Saat melahirkan, ibu akan merasakan perasaan cinta kasih luar biasa pada anaknya.

Sebaliknya anak akan merasa kedekatan yang spesial dengan ibu kandungnya. Misalnya, ia familiar dengan suara dan aroma tubuh ibunya. Sekalipun ia masih kecil, ia bisa mengenali ibunya.

Kasih natural inilah yang membedakan seorang ibu kandung dengan ibu tiri/ibu angkat. Mereka tidak dikaruniakan ikatan natural yang bisa dirasakan dengan ibu kandung. Sebaliknya, mereka harus bekerja lebih keras untuk bisa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anak angkat/anak tirinya.

Namun, bukan berarti ibu angkat dan ibu tiri tidak istimewa. Banyak orang yang secara tidak sopan bertanya pada mereka: Apakah kamu tidak memiliki anak sendiri? Bagaimana mungkin kamu membesarkan anak orang lain? Tahukah kamu mengenai ibu kandungnya? Apakah anak-anak itu akan betah bersamamu?

BACA JUGA: Bunga Cantik Kesayangan Ibuku

Secara eksplisit, pertanyaan-pertanyaan itu menyiratkan bahwa anak dan ibu kandung/tiri bukanlah keluarga yang sebenarnya. Dan kenyataan ini sebetulnya menyedihkan hati mereka. Bagaimanapun mereka tetaplah seorang ibu. Mungkin tanpa kita ketahui, ibu akan menjawab semua pertanyaan itu dengan tegas. Aku memiliki anak sendiri karena mereka adalah anak-anak kandungku, hatiku cukup luas untuk membesarkan anak-anak ini, aku tidak perlu menyelidiki ibu kandungnya karena akulah ibunya.

Ibu angkat adalah mereka yang siap mencintai terlebih dahulu sebelum anak-anak itu balas mencintainya. Itulah kekuatan dan keistimewaan seorang ibu angkat. Mereka berjuang, sekalipun anak yang diadopsinya mungkin memiliki reaksi yang buruk terhadap cintanya. Kembali lagi, ibu tetaplah seorang ibu. Mereka mencintai kita tanpa tahu apakah kita akan mengasihinya kembali sebagai seorang ibu atau tidak.

Ibu tiri adalah mereka yang mungkin kita dapatkan ketika ibu kandung sudah meninggal kemudian ayah menikah kembali. Atau ibu tiri yang dimiliki karena perpisahan ayah dan ibu kandung.

Kita hidup dengan cerita-cerita seperti Cinderella yang menggambarkan bahwa ibu tiri adalah orang yang jahat. Hal ini tidak mengejutkan namun tampaknya perlu klarifikasi.

Sumber : ["psychologytoday.com"]

Reporter : Tika Anggreni Purba
Editor : Hery Prasetyo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×