Tidak Menyukai Musik Menunjukkan Seseorang Punya Kelainan

  • Rabu, 11 Januari 2017 17:41 WIB

Tidak Menyukai Musik Menunjukkan Seseorang Punya Kelainan

Intisari-online.com—Banyak orang yang mengakui bahwa musik merupakan salah satu karya yang begitu menyenangkan baik itu sebagai pelaku (musisi) maupun pendengar musik saja. Namun tahukah Anda ada beberapa orang di luar sana yang tidak menyukai musik sama sekali?

(7 Alasan Kita Harus Ajarkan Musik pada Anak)

Kondisi seseorang yang tidak menyukai dan tidak menikmati musik disebut anhedonia musik/ musical anhedonia. Ketidaksukaan mereka terhadap musik bisa disamakan dengan ketidaksukaan seseorang terhadap anak anjing, es krim, dll. Faktanya,  ahhedonia musik ini merupakan kelainan pada sistem saraf (neurologis) yang menyebabkan seseorang tidak mampu menikmati musik secara emosional.

Mereka tidak mampu menerima perasaan yang biasanya dapat dinikmati oleh kebanyakan orang terhadap musik. Studi menunjukkan bahwa penyebab dari kondisi ini berakar pada ketidaksinkronan dua area otak dalam menerima dan mengolah alunan musik yang didengarnya. Sehingga kurang terhubungnya kedua area itu membuat seseorang tidak merasakan apa-apa sama sekali ketika mendengar musik.

(Ini Dia, Enam Manfaat Bermain Alat Musik Bagi Otak dan Tubuh)

Tidak heran mereka tidak terpengaruh sama sekali secara emosional ketika mendengarkan musik. Atau ketika mendengar musik gembira mereka tidak tergerak untuk berjoget atau menggerakkan bagian tubuhnya mengikuti irama.

Tidak Menyukai Musik Menunjukkan Seseorang Punya Kelainan
Tidak Menyukai Musik Menunjukkan Seseorang Punya Kelainan

Fenomena ini ditemukan sekitar tahun 2014 lalu melalui sebuah penelitian. Jadi orang yang tidak suka mendengarkan musik sebetulnya bukan saja soal “suka-tidak suka”, namun ada kemungkinan bahwa ia memang mengalami anhedonia. Mereka memang tidak memiliki reaksi apapun ketika diperdengarkan musik.

Karena umumnya banyak orang yang mencibir orang lain yang tidak menyukai musik. Bukan berarti kondisi ini bisa dikategorikan sebagai kondisi gangguan mental. Hal ini hanya persoalan kelainan saraf pada otak yang tidak akan mengganggu kehidupan. So, hargai mereka yang tidak menyukai musik, bukan berarti mereka tidak menghargai karya musik yang indah itu. Mereka hanya tidak bisa.

(Studi: Menonton Konser Musik Bikin Hidup Lebih Bahagia)

Sumber : ["huffingtonpost"]

Reporter : Tika Anggreni Purba
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×