Apakah Anda Tergolong Orang yang Peka Terhadap Diri Sendiri dan Lingkungan Sekitar?

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 12:00 WIB

Hal yang Dikatakan oleh 10 Perempuan Sukses Setiap Pagi di Depan Cermin (2)

Intisari-Online.com – Peka bisa berarti sadar, mau mendengarkan, tanggap, atau Anda mudah tersinggung.

Bagian satu

Nilai satu bila Anda sama sekali tak terpengaruh, nilai dua bila Anda agak tersentuh dan nilai tiga bila Anda terguncang oleh hal-hal di bawah ini:

  1. Cerita roman.
  2. Anak-anak cacat berat.
  3. Pembuatan senjata nuklir.
  4. Berita koran tentang seorang wanita tua yang dirampok.
  5. Perceraian teman setia Anda.
  6. Gambar orang-orang yang selamat dari kamp konsentrasi.
  7. Kematian seorang saudara jauh.
  8. Hari dingin dan hujan.
  9. Tangisan saudara perempuan Anda.
  10. Warna ungu.

(Baca juga: Jangan Langsung Kesal Bila Disebut Pemalas Jika Belum Ikuti Kuis Ini! Siapa Tahu Anda Memang Pemalas)

Bagian dua

1. Suami/pacar Anda baru saja meninggalkan Anda dan membina hubungan dengan orang lain. Anda:

  1. Mengisi setiap kesempatan dengan mernbaca kembali surat-surat cintanya.
  2. Murung/sedih, tetapi berusaha melacak apa yang menjadi penyebab pecahnya hubungan kalian.
  3. Menghibur diri, bahwa eks Anda itu bukan satu-satunya pria di dunia dan mulai membina hubungan dengan orang lain.

2. Kantor Anda diwarnai gerutuan, gosip, saling menjatuhkan dan iri hati. Anda:

  1. Sama sekali tak peduli.
  2. Tidak dapat menerima situasi ini dan beralih pekerjaan.
  3. Peduli hanya bila langsung menyangkut diri Anda.

3. Anda mampir ke rumah kawan Anda tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Mata kawan Anda nampak merah dan suaminya cemas berjalan mondar-mandir. Mereka saling berbicara melalui Anda. Anda:

  1. Mencoba membuka percakapan tetapi bila mereka jelas akan bertengkar lagi, Anda pergi.
  2. Cepat tanggap dan mencoba untuk menjadi penengah. 
  3. Tenang-tenang saja dan tidak menyadari situasi tegang itu.

4. Bibi Anda hampir meninggal dan dia menginginkan Anda untuk mengunjunginya. Anda:

  1. Mengunjunginya karena itu akan membuatnya bahagia, tetapi hanya sebentar karena Anda  lebih suka mengenangnya selagi masih hidup.  
  2. Segera menemuinya dan menangis terus-menerus saat bertemu dengannya.
  3. Menolak bertemu dengannya karena Anda terlalu sibuk.

5. Seseorang menekan bel pintu rumah Anda dan menjual barang buatan orang cacat. Anda:

  1. Berkata, "Maaf saya baru saja menyumbang" dan segera membanting pintu.
  2. Anda tidak tertarik tetapi Anda ingin memberi sumbangan berupa uang.
  3. Membeli, kemudian mengembalikannya lagi sehingga dia dapat menjualnya kembali.

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×