Jangan Sampai Anak Tidak Sarapan Sebelum Sekolah Jika Tidak Ingin Belajarnya Terganggu

  • Selasa, 7 Maret 2017 10:00 WIB

Jangan sampai tidak sarapan sebelum sekolah | Onnit

Intisari-Online.com - Jangan sampai anak tidak sarapan sebelum sekolah. Menurut Kepala Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Ahmad Syafiq, melewatkan sarapan membuat anak tak mendapatkan energi yang dibutuhkan tubuh.

Akibatnya, konsentrasi anak saat belajar terganggu, mudah merasakan kantuk, kelelahan, atau lemas sehingga memengaruhi kualitas belajarnya.

“Ketika anak tidur, dia seperti orang Puasa karena enggak makan dan minum selama tidur itu. Makanya dia perlu banget dapat asupan energi dan gizi awal untuk memulai hidupnya di sekolah,” ujar Syafiq, seperti dilanporkan Kompas.com.

(Salah Kaprah Sarapan Ini Dapat Menaikkan Berat Badan tapi Kita Bisa Memperbaikinya)

Jika sudah sarapan, anak bisa fokus saat kegiatan belajar. Dalam sejumlah penelitian, sarapan juga dapat mencegah anak mengalami kegemukan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw, mengatakan, sarapan ibaratnya adalah bahan bakar bagi anak untuk di sekolah. Dengan sarapan, kemampuan otak anak dapat lebih baik dibanding yang tidak pernah sarapan.

Dalam studi “Knowledge, Attitude, Practice (KAP)” yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan susu bekerja sama dengan PKGK FKM UI disebutkan, hampir 90 persen anak sekolah di NTT telah terbiasa sarapan.

Namun, belum diketahui bagaimana kulitas sarapannya. Syafiq menuturkan, sarapan yang berkualitas atau menyehatkan adalah dengan menu makanan bergizi seimbang yang memenuhi 10-30 persen kebutuhan gizi anak.

Ada baiknya sarapan dilakukan sebelum pukul 09.00 dengan menu yang beragam. Syafiq menjelaskan, beragam artinya mengandung sumber zat gizi lengkap, mulai dari protein, sumber energi, vitamin, hingga mineral.

Dengan menu beragam, warna makanan di piring pun pasti akan berwarna-warni. Misalnya, ada nasi berwarna putih, sayuran berwarna hijau, hingga warna dari tahu dan tempe. “Istilahnya, ciptakan pelangi di piringmu. Semakin berwarna, semakin beragam. Minimal ada tiga warnalah,” kata Syafiq.

Sumber : []

Reporter : Moh Habib Asyhad
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×