Mengapa Minuman dan Makanan Diet Malah Memicu Kenaikan Berat Badan dan Diabetes?

  • Jumat, 11 Agustus 2017 18:15 WIB

Ketika tidak ada kecocokan antara kalori dan rasa manis, bisa jadi berat badan bertambah.

Intisari-Online.com – Sebuah penelitian dari Universitas Yale, Connecticut, AS, menyimpulkan sebuah paradoksial: minuman atau makanan diet ternyata dapat meningkatkan berat badan dan memicu diabetes karena otak salah membaca jumlah kalori yang ada dan mengurangi metabolisme.

Peneliti di universitas tersebut menemukan bahwa tubuh berhenti membakar energi dari makanan jika ada 'ketidakcocokan' antara makanan manis dan kalori.

Di alam, rasa manis memberi sinyal energi dan semakin manis semakin banyak kalori tersedia. Jadi, otak telah berevolusi untuk mengharapkan keduanya berkumpul. Bila tidak, otak bisa menjadi bingung, berpikir ada sedikit kalori yang bisa terbakar.

Para ilmuwan mengatakan bahwa hal itu dapat membantu menjelaskan penelitian sebelumnya yang telah menyarankan bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan kadar gula darah dan mungkin memicu diabetes.

"Kalori bukanlah sekadar kalori," kata penulis senior Dana Small, Profesor Psikiatri di Yale University School of Medicine.

(Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Satu Jam Minum Diet Coke)

"Asumsi bahwa lebih banyak kalori memicu respons metabolik dan otak yang lebih besar adalah salah. Kalori hanya setengah dari persamaan; persepsi rasa manis adalah separuh lainnya.

"Tubuh kita berevolusi untuk secara efisien menggunakan sumber energi yang ada di alam. Lingkungan makanan modern kita dicirikan oleh sumber energi yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

"Bila rasa manis dan energi tidak seimbang, maka sedikit energi yang dimetabolisme dan sinyal lemah atau tidak akurat dikirim ke otak. Salah satu efek ini bisa mempengaruhi kesehatan metabolik. "

Untuk penelitian baru ini, para ilmuwan mengamati otak 15 orang saat mereka minum minuman diet, dan membandingkannya dengan minuman biasa. Mereka juga memantau berapa banyak energi yang dibakar oleh tubuh.

Reporter : Agus Surono
Editor : Agus Surono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×