Katarak Pada Bayi Aktris Asri Welas: Begini Cara Deteksi Dini Katarak Pada Bayi

  • Rabu, 13 September 2017 19:00 WIB

Ibran saat periksa mata. | Instagram Asri Welas

Intisari-Online.com - Aktris Asri Welas, baru-baru ini berbagi kisah haru tentang buah hati yang dilahirkannya 12 April 2017 lalu. Bayi yang diberi nama, Rayyan Gibran Ridharaharja, diceritakan Asri mengalami masalah kesehatan mata. Bayi yang akrab disapa Ibran ini divonis menderita katarak di usia yang masih sangat muda, lima bulan.

Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan, kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Umumnya penyakit katarak dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia. Namun ternyata, kasus Ibran mengungkapkan bahwa katarak juga bisa diderita oleh bayi.

Katarak pada bayi (katarak kongenitalis) dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  • Keturunan (genetik)
  • Terjadi infeksi (Rubella, Toxoplasma, Cytomegalovirus, Cacar air) pada tiga bulan pertama kehamilan.
  • Ada riwayat penyakit metabolic yang diturunkan

(Baca juga: Lawan Katarak dan Refraksi dengan Deteksi Dini)

Untuk menyembuhkan kondisi matanya, Ibran pun harus menjalani operasi dan menggunakan kacamata +16. Kini, setelah operasi dan menggunakan kacamata plus, bayi Ibran bisa melihat. Sebagai ibu, Asri Welas sangat bahagia. Dia menceritakan kebahagiaannya itu di akun media sosialnya.

"Setelah 2 minggu operasi mata kanan, kita operasi mata kirinya oleh Prof. Rita, sebelum operasi Prof melihat kondisi mata kanannya bagian dalam dari depan, karena banyak kemungkinan yang terjadi, alhamdulilah mata mas Ibran bisa melihat dengan menggunakan kacamata +16, sehingga dilakukan operasi pengangkatan katarak di mata kirinya mas Ibran," tulis Asri di akun Instagram miliknya.

 

Pagi ini Alhamdulilah kacamata nya sudah datang ???? alhamdulilah ya ALLAH bisa melihat dunia yang warna warni, minta doanya teman2 ku tercinta mas Ibranku sedang recovery pasca operasi,alhamdulilah sariawan di atas amandelnya membaik itu yg membuat mas Ibran ber Kurang minum nya sehingga kita perlu bantuan selang untuk memberikan minum secara maksimal juga lewat botol supaya tau berapa ml yang masuk ke tubuhnyA dan Ibran tidak lupa refleks menyusui dari mulutnya untuk meningkat kan Berat badan, mas ibran kemarin2 Ada diare se hari bisa 15 kali pup yang membuat Berat badan Nya juga turun,alhamdulilah sudah normal tidak ada diare Lagi ???? sedang dalam penyembuhan infeksi pada pipisnya juga Dr. Clara bilang sudah membaik menuju sembuh, Dr. Clara juga sedang mengecek darah nya mas Ibran untuk mengetahui metaboliknya yang Akan dikirim ke Malaysia, alhamdulilah Berat badan Nya juga naik secara bertahap dan bagus terima kasih doanya teman2 ku, sobat @deltafm kU ???????????????????? mas Ibranku kuat, mas Ibranku sembuh ???? hari ini 5 bulan mas Ibran kU ????

A post shared by Asri 'Welas' Pramawati (@asri_welas) on

Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek sempat mengatakan, katarak pada bayi biasanya terjadi karena ibu menderita penyakit toksoplasma, sehingga menyebabkan bayi menerima cairan protozoa selama berada di dalam kandungan.

"Itu sebabnya ibu yang sedang mengandung memiliki hak asasi yang lebih besar. Ini pesan juga untuk para ayah, agar memberikan gizi yang baik kepada ibu selama kehamilan," ujarnya.

Pengobatan katarak pada bayi sama dengan pengobatan katarak pada orang dewasa. Karena menurutnya, hingga saat ini katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi.

Reporter : Agus Surono
Editor : Agus Surono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×