Jangan Dulu Gembira dengan Menganggapnya Sehat, Keringat Berlebih Bisa karena Penyakit Lain

  • Jumat, 12 Januari 2018 19:45 WIB

Berkeringat lebih tidak baik | Belmarrahealth

Makanya paling sering terjadi pada telapak tangan dan kaki, serta ketiak, karena pada bagian-bagian tubuh ini banyak terdapat kelenjar tersebut.

Gangguan ini biasanya dimulai pada usia kanak-kanak hingga remaja.

Hiperhidrosis primer baru dikategorikan mengganggu jika terjadi terus-menerus dalam enam bulan, tanpa ditemukannya gangguan sekunder lain, dan setidaknya memenuhi empat kriteria di bawah ini:

  1.  Terutama terjadi di daerah yang padat dengan kelenjar ekrin (ketiak, telapak tangan/kaki, wajah, dan kulit kepala).
  2. Terjadi di kedua sisi tubuh secara simetris.
  3. Tidak berlangsung pada malam hari atau bila Anda sedang tidur.
  4. Terjadi sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu.
  5. Mulai dialami pada usia di bawah 25 tahun.
  6. Ada riwayat keluarga dengan keluhan sama.
  7. Menganggu aktivitas sehari-hari.

(Baca juga: Sakit Perut, Muntah Hingga Demam Setelah Makan Sushi, Mungkin Ada Cacing Parasit yang Termakan)

(Baca juga: Hari Demam Berdarah Dengue: Bagaimana Penduduk Haiti Bisa Kebal Terhadap DBD?)

Namun, keringat berlebih juga dapat dicetuskan oleh banyak penyebab lain (penyakit atau obatobatan), yang disebut hiperhidrosis sekunder.

 Misalnya: gangguan endokrin seperti diabetes melitus, hipertiroid, hiperpituitari (kelenjar pituari yang terlalu aktif ), beberapa penyakit saraf seperti Parkinson, cedera tulang punggung, stroke, malformasi Arnold-Chiari (kondisi di mana jaringan otak tumbuh ke dalam kanal tulang belakang) dll., adanya tumor jinak pada kelenjar adrenalin (pheochromocytoma), penyakit saluran pernapasan, tumor ganas, demam, menopause, dan gangguan psikiatri (kecemasan, dll).

Dari gejala-gejala awal, kita bisa memperoleh petunjuk awal tentang penyebabnya. Bila terjadinya dalam tubuh secara asimetris, maka perlu dicurigai adanya gangguan pada sistem saraf.

Bila terjadinya menyeluruh, biasanya termasuk jenis hiperhidrosis sekunder.

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×