Jika Berani Perang Darat Melawan Korea Utara, Artinya Amerika Serikat Siap Songsong Malapetaka

  • Sabtu, 15 April 2017 23:08 WIB

Kim Jong Un dan pasukan Korut yang sangat loyal | www.cnn.com | www.cnn.com

Intisari-Online.com - Seiring dengan potensi konflik internasional yang makin memanas lembaga internasional  Global Firepower Indexs kembali menyusun ranking kekuatan militer dunia yang disaring dari 106 negara.

(Baca juga: Amerika Serikat Siap Serang Korea Utara, Ada Apa Ya?)

Penyusunan ranking itu berdasarkan pertimbangan dari sejumlah faktor. Misalnya,  anggaran militer tiap tahun, jumlah personel militer, jumlah dan teknologi pesawat tempur, kapal selam, kapal induk, tank, dan sumber daya alam.

Senjata  kepemilikan senjata nuklir tidak digunakan untuk menilai ranking. Karena  jumlah arsenal nuklir masing-masing negara tidak jelas dan  dirahasiakan.

Berdasar pertimbangan itu terdapat 25 negara yang menduduki ranking sebagai negara terkuat secara militer. Posisi ranking nomor satu masih dipegang oleh AS, kedua Rusia, ketiga China, keempat India, dan kelima Perancis.

Sebagai negara yang kekuatan militernya nomor satu di dunia AS memiliki personel 2.500.000 orang, 8. 848 tank, 13.444 pesawat tempur, 19 kapal induk, dan 75 kapal selam.

Kekuatan militer AS dari segi jumlah kapal induk dan  pesawat tempur memang di atas angin karena negara-negara lannya tidak ada yang memiliki pesawat tempur hingga 4000 unit dan kapal induk hingga 5 unit.

Jumlah tank AS memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah tank yang dimiliki oleh Rusia (15.398). Tapi dalam peperangan moderen kekuatan dan kemenangan perang masih ditentukan oleh kekuatan superioritas udara.

Rusia "hanya" memiliki 3.547 pesawat tempur jadi masih kalah jauh dibanding pesawat tempur yang dimiliki oleh AS.

Yang lumayan Indonesia dalam perhitungan ranking menduduki posisi nomor 14. Sesuai data yang dilansir Global Fire Index, Indonesia memiliki 876.000 personil militer, 468 tank, 420 pesawat tempur, dan 2 unit kapal selam.

Reporter : Agustinus Winardi
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×