Cerita Kriminal: Gunung Tamalpais, si Putri Tidur yang Meminta 9 Nyawa

  • Kamis, 9 Februari 2017 19:00 WIB

Gunung Tamalpais | visitmarin.org

Intisari-Online.com - Minggu, 19 Agustus 1979, telepon di kantor sheriff wilayah Marin County, San Francisco, berdering. John Kane, dengan suara terbata-bata berbicara lewat telepon. “Edda, istri saya, belum pulang. Ia berangkat tadi pagi mendaki gunung dan berjanji akan pulang sebelum senja. Tapi sampai malam begini ia belum kembali.”

Edda Kane bukan pendaki pemula. Ia sudah ikut tim pendaki untuk daerah Gunung Tamalpais, sejak lima tahun sebelum ia dinyatakan hilang. Perempuan 44 tahun itu memang pencinta alam berat. Naik pagi turun sore untuk menghilangkan kepenatan sehabis bekerja bukanlah hal yang luar biasa. Itu adalah kegiatan rutin akhir minggunya.

Penduduk Mill Valley, yang jaraknya hanya 2 km dari San Francisco, ini bekerja di sebuah bank. Sementara sang suami, John Kane, bekerja sebagai sales peralatan olahraga. Mill Valley sendiri adalah sebuah kota kecil yang nyaman dan tenang, diapit oleh dua buah sungai, Old Mill Creek dan Orroyo Conte Madera del Presidio. Kota ini masuk dalam wilayah Marin County, San Francisco, ini memang tempat yang cocok beristirahat akhir pekan.

Sedikit berjalan saja, sekitar 2 mil, orang akan sampai di kaki Mount Tamalpais, gunung tinggi yang dijuluki The Sleeping Lady. Rich Keaton, petugas jaga di kantor sheriff, pergi melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan John.

Gunung Tamalpais
Gunung Tamalpais

 

Mobil Edda, sebuah VW kodok, terlihat di lapangan parkir Mountain Home Inn. Sementara anjing pelacak tidak dapat membawa para pencari menemukan Edda karena hari amat gelap. Keesokan paginya, begitu matahari bersinar, para petugas pencari beraksi dibantu anjing pelaca. Edda ditemukan sudah tak bernyawa!

Posisinya seperti bersimpuh dengan wajah menelungkup ke tanah. Ia seolah-olah tengah memohon kepada seseorang sebelum peluru dari senjata kaliber .44, Bulldog, dimuntahkan untuk menghabisi jiwanya. Semua perlengkapan hiking-nya tercecer di tempat lain, jauh dari tubuhnya yang ditemukan tanpa busana.

Korban berjatuhan

Inilah pembunuhan pertama di tempat setenteram Mill Valley. Kota kecil itu gempar. "Buat saya, peristiwa ini sungguh menyedihkan. Orang tidak lagi bisa menikmati pendakian. Tak ada ketenteraman ketika tengah menikmati alam," keluh seorang ranger, Bob Walker.

Dari keterangan para pendaki yang melakukan perjalan di sekitar Minggu naas itu didapat keterangan tentang seorang pemuda bergaya aneh dengan rambut pirang. Yang berwajib lalu membuat sketsa pemuda yang dicurigai tersebut.

Sumber : []

Reporter : Moh. Habib Asyhad
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×