Pengakuan Perawat yang Bekerja di Kamar Mayat: Hal Ini Membuatku Terjaga Sepanjang Malam!

  • Selasa, 13 Februari 2018 12:45 WIB

pengakuan perawat yang bekerja di ruang mayat | dailymail.co.uk

Seringkali mereka harus melakukan otopsi dan ini bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

"Mereka masuk ke ruangan ini dalam berbagai keadaan. Ada yang meninggal dengan normal, ada yang korban kecelakaan atau penjahat buronan dengan luka tembak di sekujur tubuh, dan bentuk yang lain,"

"Kami harus kuat dan profesional. Bagi kami, mereka tetap pasien yang harus diperlakukan dengan hormat dan sangat hati-hati," tambahnya.

(Baca Juga: 5 Karakter Putri Dalam Film Disney Ini Berasal Dari Kisah Nyata, Namun Akhir Ceritanya Jauh Berbeda! Ini Faktanya)

Andrea dan timnya bisa melakukan otopsi antara tiga hingga sepuluh mayat dalam satu hari dengan waktu rata-rata otopsi 60 menit.

Orang-orang mungkin terkejut saat mengahui fakta bahwa perawat di ruang mayat juga berperan dalam proses otopsi.

Perawat harus menyiapkan mayat bagi para dokter dan ahli patologi dengan mengeluarkan organ-organ tubuh mayat, serta merekontruksi tubuh itu kembali setelah proses otopsi selesai.

"Ada kalanya kami melakukan rekontruksi yang lebih rinci, khususnya bagi mayat korban kecelakaan lalu lintas atau kebakaran yang tidak bisa dikenali oleh keluarganya," kata Andrea.

(Baca Juga: Dari Balita Kelaparan Hingga Eksekusi Mati, Foto-foto Ikonik Ini Menyimpan Kisah-kisah Pilu)

Namun, tim Andrea sering tidak bisa melakukan apa-apa jika kondisi mayat sudah sangat parah dan telah membusuk.

Sumber : mirror.co.uk

Reporter : Aulia Dian Permata
Editor : Aulia Dian Permata

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×