Facebook Sedang Kembangkan Teknologi yang Memungkinkan Kita Mengetik Melalui Otak, Bagaimana Ceritanya?

  • Jumat, 21 April 2017 19:45 WIB

Facebook kembangkan teknologi mengetik melalui otak | Macrumors.com

Intisari-Online.com – Minggu ini di California, AS, saat sedang mengikuti konferensi F8 Developers, perusahaan media sosial Facebook menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan sebuah proyek besar.

Produk hasil dari proyek ini nantinya bisa membuat kita mengrim e-mail, pesan, dan melakukan update status di Facebook dengan hanya menggunakan pikiran kita.

Peluncuran produk ini masih beberapa tahun lagi, namun hal ini dipercaya menjadi strategi Facebook agar mendapat sumber penghasilan lain, sehingga Facebook tidak perlu tergantung pada keuntungan dari iklan-iklan yang ada di Facebook.

Mantan eksekutif Google dan Direktur Defense Advanced Research Projects Agency (Lembaga Penelitian Lanjutan Lembaga Pertahanan/DARPA), Regina Dugan menjadi pemimpin proyek ini.

Proyek ini menargetkan agar nantinya para pengguna dapat mengetik 100 kata permenit dengan memonitoring gelombang otak mereka.

Saat ini, teknologi yang ada hanya mampu mengetik 8 kata per menit, dan itu pun memerlukan implan pada otak. Solusi Facebook untuk hal ini adalah dengan tidak menggunakan implan.

Selain itu, berdasarkan status Facebook Regina, Facebook juga mencari cara agar penggunanya dapat “mendengar melalui kulit.”

Selain sebagai cara yang lebih mudah untuk mengakses Facebook dan konten lainnya di smartphone, kedua teknologi tersebut dinilai dapat membantu pengguna yang tuli dan cacat, atau sebagai cara untuk mengatasi language barrier (kendala bahasa).

"Suatu hari, tidak lama lagi, adalah hal yang mungkin bagi saya untuk berpikir dalam bahasa Mandarin, dan anda langsung mengerti dan merasakannya dalam bahasa Spanyol," ujar Dugan.

Selain itu, seperti yang dilansir dari variety.com, Facebook juga sedang fokus membuat bot chat yang dinamakan “M for Facebok Messenger.”

Facebook fokus mengerjakan hal ini karena Facebook mempercayai bahwa para pengguna cenderung lebih nyaman untuk menggunakan input teks untuk mengendalikan smarphone mereka, dibandingkan menggunakan suara, terutama ketika berada di ruang publik yang padat.

Reporter : Andrew Bari Dianto
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×