Dari Abad 19 Sampai Sekarang, Inilah Transformasi Pembalut Wanita: Dulu Ada Sabuknya!

  • Sabtu, 10 Februari 2018 18:45 WIB

Pembalut dari masa ke masa | owlcation.com

Intisari-Online.com - Akhir-akhir ini beredar foto-foto yang memamerkan pembalut di media sosial miliknya.

Hal itu dilakukan karena mereka ingin membuat tabu dan kesan jijik pada menstruasi itu hilang dalam masyarakat dan menstruasi adalah proses yang normal pada tubuh seorang wanita.

Ternyata aksi ini mendapat dukungan dari banyak pihak dan mereka mulai mengunggah foto mereka dengan menunjukkan pembalut, bahkan aksi ini juga diikuti oleh kaum pria.

Lalu, sebenarnya bagaimana transformasi pembalut yang sekarang ini dijadikan icon dalam aksi tersebut?

(Baca juga: Disukai Lebih dari Separuh Penduduk Nigeria, Indomie pun Digunakan Sebagai Media Kampanye Capres)

Sebelum abad ke-20, wanita Eropa dan Amerika lebih jarang mengalami menstruasi dibandingkan hari ini.

Bentuk perlindungan yang paling umum saat menstruasi adalah menggunakan rumput, kulit kelinci, spons, kain lap, apron menstruasi, bantalan rajutan buatan sendiri atau jenis bahan penyerap lainnya.

Mungkin sejak abad ke-10, wanita sering menggunakan potongan kain atau lap untuk memberikan perlindungan menstruasi yang akan mereka cuci dan gunakan kembali.

Setelah itu, kesadaran untuk hidup bersih saat menstruasi mulai digalakkan dan produk pembalut mulai didesain sesuai kebutuhan dan bahkan mulai dikomersilkan sampai sekarang ini.

(Baca juga: Makan Daging dan Seafood Bisa Membuat Kanker Lebih Mematikan, tapi Bagi Para Ilmuwan Ini adalah Berita 'Bahagia')

Sumber : owlcation.com

Reporter : Tatik Ariyani
Editor : Tatik Ariyani

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×