Bung Karno: Aku Bukan Pemburu Wanita

  • Minggu, 13 Agustus 2017 13:00 WIB

Bung KArno dikelilingi wanita cantik. | arsipnasional.com

Intisari-Online.com – "Aku menyukai gadis-gadis yang menarik di sekeliingiku, tarena gadis-gadis ini bagiku tak ubahnya seperti kembang yang sedang mekar dan aku senang memandangi kembang."

Itulah salah satu pengakuan jujur Bung Karno tentang wanita kepada Gindy Adams, wartawati Amerika yang akhirnya disetujui BK untuk menulis biografinya berjudul BungKarno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (1966).

Pengakuan itu muncul karena BK merasa terus jadi bulan-bulanan pers Barat, terutama Amerika Serikat, yang selalu menggambarkan dirinya sebagai sang pembuat cinta.

(Baca juga: Blusukan Ala Bung Karno, Mulai dari Sawah Hingga Kawasan Pelacuran)

“Majalah Tuan, Time dan Life terutama, sangat kurang ajar terhadap saya. Coba pikir, Time menulis, 'Sukarno tidak bisa melihat rok wanita tanpa bernafsu'.

Selalu mereka menulis yang jelek-jelek. Tidak pernah hal-hal yang baik yang telah saya kerjakan," tutur BK kepada John F. Kennedy, Presiden AS, saat berkunjung ke negeri itu #MariBaca

"Ya, ya, ya, aku mencintai wanita. Ya, itu kuakui. Akan tetapi aku bukanlah seorang anak pelesiran sebagaimana mereka tuduhkan padaku," tuturnya kepada Cindy.

Tahun 1961 BK sakit keras. Di Wina, Austria, para hli mengeluarkan batu dari ginjalnya. Waktu itu perjuangan merebut kembali Irian Barat sedang memuncak.

Maka itu para dokter melakukan perawatan lebih teliti terhadap BK.

"Jangan khawatir Presiden Sukarno, kami akan memberikan perawat-perawat yang  berpengalaman untuk menjaga Tuan," kata mereka.

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×