Belajar dedikasi dari Purwati / Foto : Kompas.com

Belajar Dedikasi dari Purwati, Tukang Ojek Wisata di Banyuwangi

  • Editor : Mohabibasyhad
  • Tuesday, 10 January 2017
  • 02:45 pm

Terlepas dari apakah pekerjaannya ini berisiko tinggi terhadap kehamilannya, kita mesti belajar dedikasi dari Purwati yang kini berusia 38 tahun.

Intisari-Online.com - Meski dalam kondisi hamil, Purwati masih bersedia mengantar wisatawan ke Pantai Teluk Ijo, Banyuwangi. Terlepas dari apakah pekerjaannya ini berisiko tinggi terhadap kehamilannya, kita mesti belajar dedikasi dari Purwati yang kini berusia 38 tahun.

Sehari-hari, perempuan asal Desa Sarongan, Pesanggaran, Banyuwangi, ini memang berprofesi sebagai tukang ojek wisata Pantai Teluk Ijo. Tugasnya adalah mengantarkan para wisatawan menuju ke pantai yang terletak bersebelahan dengan Pantai Rajekwesi itu.

(Rahasia Kualitas Guru di Finlandia Bukan Hanya Soal Intelegensi, Tapi Bakat dan Dedikasi)

Meski sedang hamil tiga bulan, Purwati terlihat tidak canggung saat harus membonceng dua orang dewasa sekaligus. Menggunakan motor Suzuki Thunder biasa melalui jalan yang terjal dan berbatu sejauh 1 kilometer menuju lokasi wisata.

“Saya sudah tiga tahun berprofesi sebagai tukang ojek. Jadi, enggak usah khawatir. Walaupun hamil, masih sehat kok. Pelan-pelan yang penting selamat,” ujar Purwati, Selasa (10/1).

Profesi sebagai tukang ojek ia jalani untuk menambah penghasilan sehari-hari bagi keluarganya. Suaminya, Tokasan, berprofesi sebagai nelayan dan juga ojek perahu untuk mengantar wisatawan ke Pantai Teluk Ijo. Tapi ojek perahu tak bisa jalan ketika ombak besar.

“Mobil yang akan ke Teluk Ijo harus parkir di Rajekwesi. Pengunjung bisa naik perahu langsung ke pantainya atau naik ojek ke atas terus jalan kaki turun ke bawah. Akan tetapi, kalau cuaca sedang enggak baik seperti ini ya enggak bisa lewat laut, harus naik ojek,” ujar perempuan yang sedang mengandung anak keempat tersebut.

Dalam satu hari, Purwati minimal 10 kali pergi pulang dari tempat mangkalnya di Desa Rajekwesi menuju Teluk Ijo dengan bayaran Rp10 ribu per orang. Penghasilannya akan naik hampir dua kali lipat jika musim liburan datang.

Purwati mengaku tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan selama bekerja sebagai tukang ojek, baik dari rekan sekerja maupun dari penumpang. Bahkan, tidak jarang dia mendapatkan uang lebih dari penumpang.

(Jangan Lihat Profesinya, Tapi Dedikasinya)

Saat mengantar tamu ke lokasi Pantai Teluk Ijo, selanjutnya dia juga akan membawa penumpang yang akan pulang. Karena itu, jarang sekali dia turun tanpa penumpang. “Disyukuri rezekinya, yang penting halal,” ucapnya.

Purwati akan berhenti sementara untuk ngojek ketika hamilannya sudah kian membesar.


Sumber :

Author :

Moh. Habib Asyhad

Menyukai sejarah, sosial-budaya, dangdut, dan film India beserta lagu-lagunya.

Komentar

Berita Terkait

Wisata 1 Hari untuk Pelancong Supersibuk

Mengunjungi banyak tempat wisata di daerah hanya dalam waktu

Farmakolog Pengubah Bisa Ular Jadi Obat

Inilah sepenggal kisah lelaki pemburu ular. Pengalaman

Jangan Anggap Remeh Tukang Ojek

Saya dulu acuh tak acuh dengan tukang ojek. Namun dua

Berita Lainnya

Washington Menjadi Negara Bagian AS Pertama yang

Washington tidak tinggal diam melihat kebijakan Trump soal

Bagaimana Rasanya Mengunjungi Museum Bawah Laut Pertama

Bayangkan bagaimana rasanya berkunjung ke museum yang

Sambil Ukir Rekor Dunia Penerbangan, Inilah Pesawat

Pesawat ini menjadi pesawat komersial pertama yang mendarat

Dari Keluarga Angulo hingga Keluarga Biru, Inilah Kisah

Memiliki keluarga yang punya kesamaan memang menyenangkan,