Saat Seks Dijadikan Senjata Propaganda Selama Perang Dunia II: Berton-ton Bahan Porno pun Dijatuhkan Pesawat Pembom

  • Jumat, 24 November 2017 08:30 WIB

Propaganda seks selama perang dunia ii | thepsychologist.bps.org.uk

Intisari-Online.com – Tepatnya tanggal 7 Desember 1941, pecahlah Perang Pasifik. Perang dunia II komplet melibatkan hampir seluruh dunia.

Selain bom yang berjatuhan untuk memusnahkan musuh, masing-masing pihak menggunakan senjata lain: propaganda seks. Apakan senjata ini ampuh ?

Pornografi ternyata dipergunakan sebagai senjata dalam Perang Dunia II.

Semua negara besar yang terlibat dalam Perang itu mempergunakan selebaran-selebaran bertema seksual dalam usaha meruntuhkan semangat tentara lawan di garis depan.

(Baca juga: Sangat Mementingkan Propaganda, Hitler Melarang Keras Beredarnya Foto-foto Ini)

Mengapa pornografi dimasukkan ke dalam strategi perang?

Menurut Prof. Paul Linebarger yang mengarang "Psychological Warfare", hampir semua prajurit muda pikirannya dipenuhi dengan sex.

Selebaran porno dimaksudkan untuk membangkitkan gairah seksual mereka dan karena di garis depan penawar gairah ini sulit didapat, maka diharapkan semangat mereka akan rontok.

Tetapi betulkah selebaran itu memberi hasil yang dimaksudkan? Apakah penemu-penemu selebaran itu lantas emosional lumpuh, tidak mampu melaksanakan tugas sehari-hari mereka?

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×