Saat Bertempur, Brimob Biasa Bertugas Bersama TNI dengan Beragam Senjata, Termasuk Pelontar Granat

  • Jumat, 13 Oktober 2017 07:00 WIB

Brimob dan pasukan TNI | Ariek Dwi Satriyo

Intisari-Online.com - Pasukan Brimob bisa dikatakan merupakan pasukan tempurnya Polri yang dalam penugasannya di berbagai misi mereka juga harus memiliki kemampuan tempur seperti pasukan TNI.

Dalam perjalanan sejarah konflik di Indonesia telah terbukti bahwa dalam operasi tempur itu Brimob harus memiliki kemampuan seperti militer demikian juga persenjataan pendukungnya.

Konflik-konflik yang dimaksud antara lain operasi penumpasan pemberontakan PRRI, operasi pembebasan Irian Barat (Trikora), konflik di Aceh (GAM), konflik di Ambon, atau operasi penumpasan kelompok teroris di Poso (Operasi Tinombala).

Kemampuan tempur personel Brimob di medan perang memang harus berkualifikasi militer.

Pasalnya, ketika di medan perang mereka melakukan operasi tempur bersama pasukan TNI, taktik dan strategi tempur yang diterapkan juga sama.

(Baca juga: Ditanya soal Pelontar Granat, Komandan Brimob: Itu Bukan Konsumsi Kalian, Itu Konsumsi Negara)

(Baca juga: Sepatutnya TNI Tidak Perlu Terkejut dengan Pelontar Granat Milik Brimob karena Hal Ini)

(Baca juga: Brimob Memang Butuh Senjata Pelontar, Tapi untuk Melempar Gas Air Mata saat Atasi Huru-hara)

Dengan kemampuan tempur ala militer yang dimiliki dan kemampuan itu telah diperoleh ketika menjalani pendidikan, ketika pasukan Brimob diterjunkan ke medan perang bersama pasukan TNI, maka mereka bisa cepat bekerja sama.

Contoh kerja sama operasi tempur antara Brimob dan pasukan TNI yang bagus serta saling bahu-membahu adalah ketika mereka sama-sama berperang melawan pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berlangsung antara tahun 2000-2006.

undefined
Brimob dan peluncur granat

Reporter : Agustinus Winardi
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×