Pertempuran Iwo Jima, Medan Perang Brutal Terburuk Bagi Sejarah Peperangan Marinir Amerika dalam Perang Dunia II

  • Rabu, 14 Februari 2018 06:00 WIB

Suasana heroik pengibaran bendera AS di Iwo Jima | Joe Rosenthal/USMC | www.en.wikipedia,org

Misalnya Kompi E dari Batalion-2 Resimen ke-24 Divisi ke-4 harus kehilangan komandannya silih berganti.

Komandan ketujuh tidak diperlukan lagi, karena kompi ini telah tamat sebagai suatu unit militer.

Di pihak Jepang, Kapten Inouye yang menangisi Suribachi, dengan sisa pasukannya sekitar 1.000 orang, terkepung oleh dua resimen marinir.

Inouye yang keturunan pendekar perang, melanggar instruksi Jenderal Kuribayashi. Ia mengumpulkan pasukannya dan melakukan serangan banzai.

Seusai serangan berani mati yang gagal menembus kepungan marinir, dijumpai 784 mayat tentara Jepang yang berserakan tersapu senapan mesin.

Inouye sendiri terakhir terlihat tatkala mengangkat pedangnya, berteriak memimpin serangan tersebut.

(Baca juga: (Foto) Operasi Plastik Tidak Seinstan yang Dibayangkan, Wanita Ini Menderita 3 Bulan Setelah Jalani Operasi)

Hari ke-23 invasi Amerika, Kuribayashi di lubang perlindungan mendengarkan Radio Tokyo yang menyiarkan paduan suara menyanyikan Lagu Pertahanan Iwo yang pernah diciptakan anak buahnya.

Pada hari ke-26 Mayjen Erskine yang Divisi ke-3-nya diikutkan menyerang Iwo, berkirim surat menghimbau Jenderal Kuribayashi untuk menyerah dengan terhormat.

Tapi tak ada jawaban dan pertempuran pun berlanjut lagi. Tubuh Kuribayashi tak pernah ditemukan, namun anak buahnya yakin dia terluka berat lalu bunuh diri.

Reporter : Agustinus Winardi
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×